Analisis Kinerja Sumur Resapan dalam Konservasi Air Tanah Pada Daerah Tangkapan Air Mata Air Senjoyo Kota Salatiga
DOI:
https://doi.org/10.21009/jgg.152.02Keywords:
Infiltration well performance, groundwater suppy, water catchment areaAbstract
Mata Air Senjoyo menjadi salah satu sumber air baku utama bagi PDAM Kota Salatiga untuk air bersih masyarakat. Akan tetapi, debitnya mengalami peurunan hingga 25% sejak 2008 (dari 1.115 L/detik menjadi 838 L/detik). Rekayasa teknis melalui sumur resapan meningkatkan debit hingga 600 L/detik pada 2017. Penelitian ini berfokus pada evaluasi kinerja sumur resapan di daerah tangkapan Senjoyo menggunakan data hidrologi, permeabilitas tanah, dan fluktuasi mata air sebelum serta sesudah pembangunan. Hasil analisis menunjukkan suplai air tanah dari sumur resapan mencapai 0,00131 m³/jam. Permeabilitas tanah di Noborejo menunjukanefektivitas yang lebih tinggi daripada di Patemon. Efektivitas yang turun dari 60% (2022) menjadi 30-40% (2024) terjadi karena alih fungsi sumur resapan, kurang pemeliharaan, dan penurunan permeabilitas tanah. Analisis kinerja sumur resapan menunjukkan hasil bahwa sumur resapan butuh pemeliharaan dan monitoring berkelanjutan untuk menjaga efektifitasnya dan kinerja jangka panjang.
Kata kunci: Kinerja sumur resapan, Suplai air tanah, Daerah tangkapan air
Senjoyo Spring serves as one of the primary raw water sources for Salatiga City's PDAM, supplying clean water to the community. However, its discharge has declined by 25% since 2008 (from 1,115 L/s to 838 L/s). Technical interventions using infiltration wells boosted the discharge to 600 L/s in 2017. This study evaluates the performance of infiltration wells in the Senjoyo catchment area, drawing on hydrological data, soil permeability, and spring discharge fluctuations before and after construction. Results indicate that groundwater recharge from the wells reaches 0.00131 m³/hour. Soil permeability in Noborejo proves more effective than in Patemon. Effectiveness has dropped from 60% in 2022 to 30-40% in 2024, due to well conversions, inadequate maintenance, and reduced soil permeability. Overall, infiltration wells require ongoing maintenance and monitoring to sustain their long-term performance.
Keywords: Infiltration well performance, Groundwater supply, Water catchment area