Tata Kelola Relokasi Pascabencana dan Implikasinya Terhadap Pembangunan Berkelanjutan: Studi Kasus Di Kabupaten Garut, Jawa Barat

Authors

  • Vera Arida UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Ida Munfarida

DOI:

https://doi.org/10.21009/jgg.152.04

Keywords:

Tata kelola relokasi, pascabencana, pembangunan berkelanjutan, ketahanan permukiman, manajemen permukiman

Abstract

Banjir bandang Sungai Cimanuk tahun 2016 di Kabupaten Garut menyebabkan kerusakan permukiman dan mendorong pelaksanaan program relokasi sebagai bagian dari pemulihan pascabencana. Dalam perspektif pembangunan berkelanjutan, relokasi tidak hanya berfokus pada penyediaan hunian, tetapi juga pada tata kelola yang menjamin keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tata kelola relokasi pascabencana dan implikasinya terhadap pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dengan populasi 426 kepala keluarga di tujuh lokasi relokasi dan sampel 207 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin melalui proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relokasi meningkatkan rasa aman dan kohesi sosial. Namun, masih terdapat tantangan tata kelola, seperti lemahnya pengawasan hunian, keterbatasan akses ekonomi, gangguan keamanan, dan potensi risiko lingkungan. Diperlukan penguatan tata kelola berbasis keberlanjutan untuk mendukung ketahanan permukiman jangka panjang.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Arida, V., & Munfarida, I. (2025). Tata Kelola Relokasi Pascabencana dan Implikasinya Terhadap Pembangunan Berkelanjutan: Studi Kasus Di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Jurnal Green Growth Dan Manajemen Lingkungan, 15(2), 137–145. https://doi.org/10.21009/jgg.152.04