Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi https://journal.unj.ac.id/unj/index.php/jmb <p><strong>Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi</strong> is s a peer-reviewed scientific journal that publishes different kinds of scientific articles based on the research-article, ideas-article, and book review. All topics that we received only articles relating to civics and citizenship education fields. For research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches, and can be made in a variety of research designs, such as experiments, case studies, grounded theory, phenomenology, etc. This journal was published since 2001-2016 in print publication, and since 2017 both print and online publication twice a year every April and October, and published by the collaboration between <a href="http://fis.unj.ac.id/ppkn/">Pancasila and Civics Education Faculty of Social Sciences Universitas Negeri Jakarta</a> and<a href="http://ap3kni.or.id"> Indonesian Association of &nbsp;Pancasila and Civic Education Professionals</a> (IAPCEP) under LPPM UNJ supervision. All the articles published in this journal have a unique DOI numer with a prefix 10.21009.</p> <p><a href="https://drive.google.com/file/d/1oLI6GgjI6yL9WlDE5mj-DilzGX_OndqN/view?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener">The MoU with AP3KnI (IAPCEP)</a></p> Program Studi PPKn FIS UNJ & Asosiasi Profesi PPKn Indonesia en-US Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi 1412-1875 <p style="text-align: center;"><a title="Creative Commons / Public domain" href="https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" target="_blank" rel="noopener"><img src="/unj//public/site/images/ozzey/by-sa1.png"></a></p> <p style="text-align: center;">&nbsp;<a href="https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" target="_blank" rel="noopener">Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International</a></p> Fenomena human trafficking pada perempuan yang dilacurkan di ruang SPA di wilayah Jabodetabek https://journal.unj.ac.id/unj/index.php/jmb/article/view/33969 <p>Tujuan penelitian menjelaskan fenomena <em>human trafficking</em> khususnya perempuan di Indonesia yang dilacurkan di ruang SPA hotel wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Metode penelitian dilakukan dengan deskriftif kualitatif, jenis penelitian adalah penelitian fenomenologi. Lokasi penelitian di wilayah Jabodetabek.</p> <p>Hasil penelitian, <em>human trafficking</em> di Indonesia merupakan salah satu kejahatan yang sampai saat ini belum terselesaikan. Data <em>International Organization for Migration</em> (IOM), mencatat tahun 2005-2017 ada 8.876 korban <em>trafficking</em> di Indonesia. Ada dua cara kerja pelaku dalam mencari korbannya yaitu menawarkan korban kerja dengan gaji yang tinggi dan menawarkan kerja yang tidak perlu ada tes dan ijasah. Bentuk jaringan sosial pada kasus <em>human trafficking </em>pada perempuan yang dilacurkan di Jabodetabek adalah jaringan sosial parsial dan jaringan sosial kepentingan. Menurut Barnes (dalam Clyde, 1971) jaringan sosial parsial adalah jaringan yang dimiliki oleh individu terbatas pada bidang kehidupan tertentu. Sedangkan jaringan sosial kepentingan <em>(interest)</em> merupakan jaringan dimana hubungan sosial terbentuk karena bermuatan kepentingan. Jaringan kepentingan terbentuk oleh hubungan yang bermakna pada tujuan tertentu. Pada jaringan sosial parsial, para informan menjadi korban <em>human trafficking </em>karena mereka melakukan kontak sosial dengan orang yang mengajak mereka bekerja, karena terkait dengan bidang ekonomi dan sosial. <em>Human trafficking</em> terjadi disebabkan beberapa faktor yaitu: <em>Pertama</em>, kemiskinan. <em>Kedua</em>, sulitnya akses lapangan kerja. <em>Ketiga,</em> pendidikan yang rendah. <em>Keempat</em>, masalah keluarga. <em>Kelima,</em> praktek budaya pernikahan dini yang berdampak pada perceraian.</p> Ciek Julyati Hisyam Sarkadi Syaifudin Copyright (c) 2023 Ciek Julyati Hisyam, Sarkadi, Syaifudin https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2023-04-30 2023-04-30 22 2 162 167 10.21009/jimd.v22i2.33969 Dampak Isu-Isu Global Dalam Perkembangan Pendidikan Kewarganegaraan Di Indonesia https://journal.unj.ac.id/unj/index.php/jmb/article/view/31671 <p>Berbagai isu-isu global yang terus menghantui negara-negara di dunia menjadi kekhawatiran bersama terutama berkenaan dengan eksistensi warga negaranya. Kehidupan yang semakin dinamis dan kontekstual menyebabkan warga negara dunia harus menyesuaikan dengan lingkungan dengan berbagai macama isu-oisu global dan persoalan yang kompeks. Hal ini berdampak pada berbagai sektor kehidupan diantaranya meliputi bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, kemiskinan, dan kesenjangan sosial lainnya. Berbicara mengenai sektor pendidikan tidak terlepas dari pembelajaran pendidikan kewarganegaraan yang menekankan pada isu-isu global dan cara mengatasinya melalui diskusi kelas. Pendidikan kewarganegaraan dalam perspektif global menawarkan solusi yang menarik bagi warga negara muda khususnya di lingkungan formal untuk terlibat secara aktif, kritis, dan mampu memecahkan masalah. Penelitan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berbasis studi literatur berkenaan dengan dampak isu-isu global terhadap perkembangan pendidikan kewarganegaraan khususnya di negara Indonesia. Berdasarkan kajian literatur yang ditemukan oleh penulis bahwa pendidikan kewarganegaraan global dapat dalam pembelajaran di kelas dapat memecahkan berbagai persoalan dan isu-isu global yang actual. Hal ini disebabkan karena pendidikan kewarganegaraan pada hakikatnya merupakan program pembelajaran yang multifaset. Dengan pendidikan kewarganegaraan, peserta didik mampu memiliki komitmen dalam memecahkan isu-isu lokal, nasional bahkan global melalui tanggung jawab sosial, berkompetensi global, dan keterlibatan yang aktif.</p> abdul basit Kokom Komalasari Copyright (c) 2023 abdul basit, Kokom Komalasari https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2023-04-30 2023-04-30 22 2 174 180 10.21009/jimd.v22i2.31671 Pendidikan Karakter Melalui Peran Pemuda Dalam Melestarikan Kesenian Jathilan https://journal.unj.ac.id/unj/index.php/jmb/article/view/25421 <p>Penelitian yang bertujuan untuk menganalis peran pemuda dalam pelestarian budaya khususnya kesenian jathilan di Sanggar Jathilan Ngaran I Borobudur, dalam mengembangkan pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik pengambilan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi, dan wawancara untuk memperoleh data yang diinginkan. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data,&nbsp; penyajian data, dn menarik kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan metode triangulasi data. Peran pemuda dalam melestarikan kesenian jathilan dengan melakukan inovasi pada tarian dan pelatihan kepada anak. Pelestarian kesenian jathilan dapat menanamkan pendidikan karakter kepada pemuda dengan gerakan tarian yang meng implementasikan nilai-nilai karakter. 1) Nilai religius didapat melaui gerakan pembuka 2) nilai tanggung jawab bisa diambil saat gerakan pemimpin pasukan memberikan arahan serangan kepada musuh 3)nilai kerjasama ditunjukan pada saat tarian perang 4) nilai nasionalisme ditunjukan melalui peperangan 5) nilai toleransi ditunjukan saat penari ada yang trance atau kerasukan.</p> Adham Faishal Dhiya'ulhaq Copyright (c) 2023 Adham Faishal Dhiya'ulhaq https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2023-04-30 2023-04-30 22 2 168 173 10.21009/jimd.v22i2.25421 Peran Komunitas Hopeeducation dalam Pengembangan Civic Virtue Generasi Muda Bangka Belitung https://journal.unj.ac.id/unj/index.php/jmb/article/view/29725 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran yang dilakukan komunitas hopeeducation dalam pengembangan <em>civic virtue</em> pada generasi muda di Bangka Belitung. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode ini peneliti lakukan melalui proses observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian ini memuat penjelasan mengenai strategi dan proses pengembangan <em>civic virtue</em> bagi generasi muda melalui aktivitas yang dijalankan dalam komunitas hopeeducation. Selain itu, penelitian ini juga menjelaskan temuan mengenai nilai-nilai <em>civic virtue</em> yang tumbuh dalam diri anggota hopeeducation, yakni nilai kesukarelaan, nilai altruistis, dan nilai peduli sosial. <em>Civic virtue</em> dalam diri generasi muda dikembangkan melalui rangkaian kegiatan yang berbasis sosial pada komunitas hopeeducation, kegiatan tersebut dilakukan dengan kunjungan ke sekolah, karang taruna, hingga panti asuhan. Pengembangan <em>civic virtue</em> dalam diri generasi muda menjadi hal yang sangat penting guna mengeskalasi sikap-sikap sosial dengan berlandaskan tindakan yang senantiasa mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Adapun temuan masalah yang menjadi tantangan dalam pengembangan <em>civic virtue</em> adalah sering terjadinya fluktuasi keaktifan dalam diri beberapa generasi muda Bangka Belitung. Upaya yang dapat dilakukan dalam menghadapi tantangan tersebut adalah dengan optimalisasi manajemen organisasi sesuai dinamika situasi dalam komunitas hopeeducation. Penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan urgensi pengembangan <em>civic virtue</em> bagi generasi muda.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>This study aims to explain the role played by the hopeeducation community in the development of civic virtue in the younger generation in Bangka Belitung. The approach used is a qualitative approach with qualitative descriptive research methods. This method the researchers did through the process of observation, interviews, and documents studies. The results of this study contain an explanation of the strategy and process of developing civic virtue for the younger generation through activities carried out in the hopeeducation community. In addition, this study also explains the findings regarding civic virtue values ‚Äč‚Äčthat grow in hopeeducation members, namely the value of volunteerism, altruistic values, and social care values. Civic virtue in the younger generation is developed through a series of social-based activities in the hopeeducation community, these activities are carried out by visiting schools, youth organizations, and orphanages. The development of civic virtue in the younger generation is very important in order to escalate social attitudes based on actions that always prioritize common interests above personal interests. The findings of the problem that become a challenge in the development of civic virtue are frequent fluctuations in activeness in several the younger generation of Bangka Belitung. Efforts that can be made in dealing with these challenges are by optimizing organizational management according to the dynamics of the situation in the hopeeducation community. This research is expected to increase awareness of the urgency of developing civic virtue for the younger generation.</em></p> Reza Adriantika Suntara Copyright (c) 2023 Reza Adriantika Suntara https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2023-04-30 2023-04-30 22 2 181 187 10.21009/jimd.v22i2.29725