Pengaruh Model Pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) pada Pembelajaran Jarak Jauh terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Di SMPIT Avicenna Bekasi Utara
Pengaruh Model Pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD)
DOI:
https://doi.org/10.21009/jrpmj.v2i1.23451Kata Kunci:
Model pembelajaran kooperatif tipe STAD, kemampuan penalaran matematisAbstrak
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran STAD pada pembelajaran jarak jauh terhadap kemampuan penalaran matematis siswa. Penelitian dilaksanakan di SMPIT Avicenna Bekasi Utara pada kelas VII semester genap tahun pelajaran 2020/2021 pada pokok bahasan Segiempat dan Segitiga. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Teknik simple random sampling dilakukan dengan memilih secara acak dua kelas dari empat kelas yang berdistribusi normal, heomogen, dan memiliki kesamaan rata-rata untuk dijadikan sebagai kelas eksperimen (model pembelajaran kooperatif tipe STAD) dan kelas kontrol (model pembelajaran konvensional). Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes akhir kemampuan penalaran matematis pada pokok bahasan Segiempat dan segitiga sebanyak 6 butir soal uraian yang telah melalui uji validitas isi, konstruk dan empiris. Berdasarkan hasil pengujian prasyarat analisis data sebelum perlakuan, kelas eksperimen dan kelas control berdistribusi normal dan homogen. Oleh karena itu, pengujian hipotesis statistik menggunakan uji-t dengan taraf sigifikanasi
Referensi
Ario, M. (2015). “Penalaran Matematis dan Mathematical Habits of Mind Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah dan Penemuan Terbimbing, Edusentris. Bandung: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. Vol. 2. No. 1. hlm. 43.
Baroody, Arthur J., Erin E. Reid, dan David D.Putra. (2012). “An Example of a Hypothetical Learning Progression : The Successor Principle and Emergnece of Informal Mathematical Induction”. Savannah: Paper presented at the International STEM Research Symposium. hlm. 2.
Depdiknas. (2003). Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Bab 1 Pasal 1 No. 15. Jakarta: Depdiknas.
Depdiknas. (2013). Peraturan Pemerintah RI Nomor 32 Tahun 2013. Online. http://hukum.
bmkg.go.id/vifiles/PERUBAHAN%20ATAS%20PERATURAN%20PEMERINTAH%20NOMOR%2019%20TAHUN%202005%20TENTANG%20STANDAR%20NASIONAL%PENDIDIKAN.PDF. Diakses 11 Maret 2020
Gunawan, I. (2016). Pengantar Statistika Inferensial. Jakarta: PT Raja Grafindo Perkasa.
Herman, T. (2007). “Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMP.” Bandung: Jurnal Cakrawala Pendidikan. Vol. XXVI. No. 1. hlm. 42.
Jihad, A., Haris, A. (2010). Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pressindo.
Kompas. (2016). “Daya Imajinasi Siswa Lemah.” Online. http://nasional.kompas.com/read/2. Diakses 11 Februari 2019.
Lestari, K. E., Yudhistira, M.R. (2017). Penelitian Pendidikan Matematika. Bandung: PT Refika Aditama.
Lie, Anita. (2005). Cooperative Learning (Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas). Jakarta: Grasindo.
Matondang, Z. (2009). “Validitas dan Reliabilitas suatu Instrumen Penelitian.” Medan: Jurnal Tabularasa. Vol. 6. No. 1. hlm. 87.
Minarni, Ani. (2010). “Peran Penalaran Matematik Untuk Meningkatkan kemampuan Pemahaman Masalah Matematik Siswa, Prosidinh.” Bandung: Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Indonesia. hlm. 479.
Munawaroh, I. (Oktober 2005). Virtual Learning dalam Pembelajaran Jarak Jauh, dalam jurnal Majalah Ilmiah Pembelajaran nomer 2, Vol. 1
Munir. 2009. Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung: Alfabeta
National Council of Teacher of Mathematics. (2016). “Participles and Standarts fo School Mathematics.” Reston VA: NCTM. hlm. 4.
Programme for International Student Assessment. (2016). “PISA 2015 Results: Excellence and Equity in Education.” Paris: EOCD. Vol. 1. No. 44.
Puspendik. (2016). Hasil TIMSS 2015. Jakarta: Pusat Penilaian Pendidikan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Online. http://puspendik.
kemdikbud.go.id/seminar/upload/Hasil%20Seminar%20Puspendik%202016/TIMSS%20infographic.pdf. Diakses 11 Februari 2020.
Slavin, Robert E. (2005). Cooperative Learning: theory, research and practice. London: Allymand Bacon.
Sudjana. (2002). Metode Statistika. Bandung: Tarsito.
Sugiyono. (2010). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Suriasumantri, J. S. (2009). Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka sinar Harapan.
Suprapto. (2013). Metodologi Penelitian Ilmu Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Yogyakarta: CAPS.
Tim Pengembang Ilmu Pendidikan. (2007). Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Bandung: PT. IMTIMA.
Trianto. (2009). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana Prenada Group.
Wardhani, S. (2008). Analisis SI dan SKL Mata Pelajaran Matematika SMP/MTS untuk optimalisasi Tujuan Mata Pelajaran Matematika. Yogyakarta: Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika.
Wardhani, S. (2008). Paket Fasilitas Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika. Yogyakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Warsito. (2007). “Peran TIK dalam Penyelenggaraan PJJ”. Jakarta: Jurnal Teknodik. Vol. 1. No. 20. hlm. 9-41.
Wartono. dkk.. (2004). Materi Pelatihan Terintegrasi Sains. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Modul 38.
Yuniarti, Y. (2007). “Meningkatkan Kemampuan Penalaran dan Komunikasi Matematis Siswa Sekolah Menengah Pertama melalui Pembelajaran dengan Pendekatan Inkuiri.” Bandung: Tesis Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Indonesia. Tidak Diterbitkan.

