Efektivitas Desain Didaktis Materi Lingkaran Berbasis Realistic Mathematics Education terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis

Penulis

  • Ellis Salsabila Universitas Negeri Jakarta
  • Mimi Nur Hajizah FMIPA Universitas Negeri Jakarta
  • Pinta Deniyanti Sampoerno Universitas Negeri Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.21009/jrpmj.v7i2.61476

Kata Kunci:

desain didaktis, Realistic Mathematics Education, pemahaman konsep matematis, lingkaran

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas bahan ajar desain didaktis berbasis Realistic Mathematics Education (RME) pada materi lingkaran dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SMP. Metode penelitian menggunakan pendekatan quasi-experimental dengan rancangan nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri atas 60 siswa kelas VIII SMP yang terbagi menjadi dua kelompok: 30 siswa pada kelompok eksperimen menggunakan modul pembelajaran RME, dan 30 siswa pada kelompok kontrol menggunakan pembelajaran konvensional berbasis ekspositori. Instrumen utama penelitian berupa tes pemahaman konsep matematis yang dikembangkan berdasarkan enam indikator: menyatakan ulang konsep, memberi contoh dan bukan contoh, mengklasifikasi, merepresentasikan, menjelaskan hubungan antar-konsep, serta menerapkan prosedur secara bermakna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata N-gain kelompok eksperimen mencapai 0,74 (kategori tinggi), sedangkan kelompok kontrol 0,30 (kategori rendah–sedang). Uji t menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,001) dengan ukuran efek besar (Cohen’s d = 1,47). Analisis per indikator menunjukkan bahwa seluruh aspek pemahaman konsep meningkat secara signifikan pada kelompok RME, terutama pada indikator penjelasan hubungan antarkonsep dan representasi matematis. Temuan ini menegaskan bahwa bahan ajar berbasis RME efektif meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi lingkaran, khususnya dalam membantu siswa menemukan kembali konsep secara bermakna melalui konteks nyata dan model matematis yang berkembang progresif. Implikasi praktis dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru matematika dapat memanfaatkan desain didaktis RME sebagai alternatif pembelajaran yang lebih konseptual, komunikatif, dan kontekstual.

Referensi

Abdussakir, & Achadiyah, N. L. (2009, November). Pembelajaran keliling dan luas lingkaran dengan strategi REACT pada siswa kelas VIII SMPN 6 Kota Mojokerto. Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika, Universitas Negeri Yogyakarta.

Budiyanti, R. (2010). Penelitian desain untuk meningkatkan pemahaman π, keliling, dan luas lingkaran melalui pendekatan realistik. Universitas Pendidikan Indonesia.

Cobb, P., Gravemeijer, K., Yackel, E., McClain, K., & Whitenack, J. (1997). Mathematizing and symbolizing: The emergence of chains of signification in one first-grade classroom. Educational Studies in Mathematics, 32(1), 1–36. https://doi.org/10.1023/A:1007706224696

Freudenthal, H. (1991). Revisiting mathematics education: China lectures. Kluwer Academic Publishers.

Freudenthal, H. (2002). Didactical phenomenology of mathematical structures. Kluwer Academic Publishers.

Gravemeijer, K. (1994). Developing realistic mathematics education. Utrecht: CD-β Press.

Gravemeijer, K., & Terwel, J. (2000). Hans Freudenthal: A mathematician on didactics and curriculum theory. Journal of Curriculum Studies, 32(6), 777–796. https://doi.org/10.1080/00220270050167170

Hake, R. R. (1998). Interactive-engagement versus traditional methods: A six-thousand-student survey of mechanics test data for introductory physics courses. American Journal of Physics, 66(1), 64–74. https://doi.org/10.1119/1.18809

Kilpatrick, J., Swafford, J., & Findell, B. (Eds.). (2001). Adding it up: Helping children learn mathematics. National Academy Press.

Leviana, M. (2012). Desain didaktis hubungan sudut pusat, luas juring, dan panjang busur lingkaran di SMP. Universitas Pendidikan Indonesia.

National Council of Teachers of Mathematics. (2000). Principles and standards for school mathematics. NCTM.

OECD. (2019). PISA 2018 results (Volume I): What students know and can do. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/5f07c754-en

Simon, M. A. (1995). Reconstructing mathematics pedagogy from a constructivist perspective. Journal for Research in Mathematics Education, 26(2), 114–145. https://doi.org/10.5951/jresematheduc.26.2.0114

Suryadi, D. (2010, November). Penelitian pembelajaran matematika untuk pembentukan karakter bangsa. Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika, Universitas Negeri Yogyakarta.

Suryadi, D., & Turmudi. (2011, November). Kesetaraan DDR dengan RME dalam pengembangan pembelajaran matematika. Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika, Universitas Sebelas Maret.

Treffers, A. (1987). Three dimensions: A model of goal and theory description in mathematics instruction—the Wiskobas project. Reidel Publishing.

Van den Heuvel-Panhuizen, M. (2003). The didactical use of models in realistic mathematics education: An example from a longitudinal trajectory on percentage. Educational Studies in Mathematics, 54(1), 9–35. https://doi.org/10.1023/B:EDUC.0000005212.03219.dc

Van de Walle, J. A. (2005). Elementary and middle school mathematics: Teaching developmentally (5th ed.). Pearson Education.

Widjajanti, D. B., & Suryadi, D. (2018). Developing a didactical design for learning algebra based on students’ mathematical thinking. Journal of Physics: Conference Series, 1013(1), 012144. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1013/1/012144

Diterbitkan

2025-08-31