ANALISIS PERBANDINGAN JUMLAH DAN BIAYA PERSEDIAAN BAHAN BAKU KURSI KANTOR 702 U DENGAN MENGGUNAKAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) DI PT. XYZ

Authors

  • Oki Widhi Nugroho Teknik Industri, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Kota Bekasi, Indonesia, 17142
  • Ainun Nadia Teknik Industri, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Kota Bekasi, Indonesia, 17142
  • Daonil Daonil Teknik Industri, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Kota Bekasi, Indonesia, 17142
  • Andi Turseno Teknik Industri, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Kota Bekasi, Indonesia, 17142
  • Suko Martono Teknik Industri, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Kota Bekasi, Indonesia, 17142

DOI:

https://doi.org/10.21009/logistik.v18i02.55160

Keywords:

Distribusi, Cross Docking, Implementasi

Abstract

Pengendalian persediaan sangatlah penting sebelum melakukan produksi yang dilakukan oleh sebuah industri. Permasalahan yang sering dihadapi yaitu adanya kelebihan stok bahan baku kurang dari safety stock dan belum adanya metode Material Requirement Planning (MRP) di perusahaan. Persediaan yang terlalu banyak menimbulkan besarnya investasi yang tertanam oleh perusahaan. Perencanan kebutuhan material tidak dilakukan dengan sistem MRP yang penerapanya diawali dengan data perusahaan untuk menghitunga lot size. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perbandingan jumlah dan biaya persediaan bahan baku kursi kantor 702 U. Penelitian ini menggunakan metode lot sizing yaitu Lot for Lot (LFL), Fixed Order Quantity (FOQ) dan Fixed Periode Requirement (FPR). Berdasarkan dari perbandingan data perusahaan dengan metode lot sizing sehingga dapat diketahui metode mana yang paling minim untuk persediaan bahan baku kursi kantor 702 U dan hasilnya adalah metode LFL mempunyai jumlah total persedian yang minim dengan total persediaan 4971unit dibandingkan dengan FOQ, total Persediaan 19.220unit dan FPR total persediaan 9940unit. Berdasarkan perbandingan total biaya pemesanan dan penyimpanan bahan baku kursi kantor 702 U data perusahaan dengan 3 metode lot sizing dapat diketahui LFL mempunyai biaya yang Lebih rendah yaitu sebesar Rp.10.998.808 sedangkan data perusahaan sebesar Rp.11.974.970, metode FOQ biaya sebesar Rp.18.337.900 dan metode FPR biaya sebesar Rp.11.459.957.

Author Biographies

Oki Widhi Nugroho, Teknik Industri, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Kota Bekasi, Indonesia, 17142

Industrial Engineering

Ainun Nadia, Teknik Industri, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Kota Bekasi, Indonesia, 17142

Industrial Engineering

Daonil Daonil, Teknik Industri, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Kota Bekasi, Indonesia, 17142

Industrial Engineering

Andi Turseno, Teknik Industri, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Kota Bekasi, Indonesia, 17142

Industrial Engineering

Suko Martono, Teknik Industri, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Kota Bekasi, Indonesia, 17142

Teknik Industri

Published

2025-10-30

Issue

Section

Articles