OPTIMALISASI PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BARANG/JASA UNTUK MENDUKUNG PENYELENGGARAAN DIKLAT

Authors

  • Lia Retian Asfirah Bisnis dan Logitik Maritim, Politeknik Maritim Negeri Indonesia, Jl. PTP Ngobo, Area Kebun, Wringin Putih, Kec. Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50552
  • Khoirotun Nafillah Bisnis dan Logitik Maritim, Politeknik Maritim Negeri Indonesia, Jl. PTP Ngobo, Area Kebun, Wringin Putih, Kec. Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50552
  • Widanto Mukti Adi Bisnis dan Logitik Maritim, Politeknik Maritim Negeri Indonesia, Jl. PTP Ngobo, Area Kebun, Wringin Putih, Kec. Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50552
  • Novita Widyaningrum Bisnis dan Logitik Maritim, Politeknik Maritim Negeri Indonesia, Jl. PTP Ngobo, Area Kebun, Wringin Putih, Kec. Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50552
  • Niken Devi Rosita Bisnis dan Logitik Maritim, Politeknik Maritim Negeri Indonesia, Jl. PTP Ngobo, Area Kebun, Wringin Putih, Kec. Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50552

DOI:

https://doi.org/10.21009/logistik.v18i02.55270

Keywords:

Perencanaan, Pengendalian , Persediaan, Pengadaan, Pelatihan

Abstract

Perencanaan dan pengendalian persediaan barang dan jasa merupakan aspek krusial dalam mendukung keberhasilan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan (diklat), khususnya dalam institusi pemerintahan atau pendidikan vokasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam proses perencanaan dan pengendalian persediaan barang dan jasa dalam penyelenggaraan diklat, dengan fokus pada ketersediaan perlengkapan peserta seperti seragam, alat tulis kantor (ATK), dan modul pembelajaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap tujuh informan kunci yang terlibat langsung dalam proses perencanaan dan pengadaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sering terjadi ketidaksesuaian antara jumlah peserta dengan perlengkapan yang tersedia, yang disebabkan oleh tidak adanya sistem prediksi kebutuhan yang memadai, keterlambatan dalam pengadaan, serta rotasi penyedia barang/jasa yang tidak konsisten. Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki sertifikasi dan kemampuan teknis dalam bidang pengadaan juga menjadi kendala utama. Penelitian ini merekomendasikan penerapan sistem perencanaan yang terintegrasi, pemilihan rekanan tetap, serta peningkatan kompetensi SDM melalui pelatihan dan sertifikasi. Dengan sistem perencanaan dan pengendalian yang optimal, diharapkan kebutuhan peserta diklat dapat terpenuhi secara tepat waktu dan efisien, sekaligus meningkatkan kepuasan dan kualitas penyelenggaraan diklat secara keseluruhan.

Published

2025-04-30

Issue

Section

Articles