DISTRIBUSI ANGKUTAN BARANG MELALUI LAUT DENGAN MODEL DOUBLE CONSTRAINT GRAVITY UNTUK PELABUHAN UTAMA ANTAR PULAU DI INDONESIA BERDASARKAN DATA BPS

Authors

  • Tri Mulyono Manajemen Pelabuhan dan Logistik Maritim, Universitas Negeri Jakarta, Jl. R.Mangun Muka Raya No.11, RT.11/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia, 13220
  • Winoto Hadi Manajemen Pelabuhan dan Logistik Maritim, Universitas Negeri Jakarta, Jl. R.Mangun Muka Raya No.11, RT.11/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia, 13220
  • Intan Puspa Wangi Manajemen Pelabuhan dan Logistik Maritim, Universitas Negeri Jakarta, Jl. R.Mangun Muka Raya No.11, RT.11/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia, 13220

Keywords:

Angkutan barang laut, Model graviti dua batasan, Pelabuhan Utama Antar Pulau

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan pola pola distribusi pergerakan barang angkutan laut di pelabuhan utama dengan sumber data sekunder dari Badan Pusat Statistik dengan cara pemodelan. Hal ini krusial mengingat bahwa mengetahui bangkitan perjalanan barang sangat penting untuk memprediksi volume pergerakan barang di masa depan. Metode pemodelan menggunakan model dengan-batasan-bangkitan dan tarikan atau Model Double Constraint Gravity (DCGR). Data bangkitan pergerakan sebagai total volume muat di pelabuhan dan tarikan sebagai total volume bongkar. Estimasi parameter model menggunakan metode kuadrat terkecil untuk mengkalibrasi parameter model dan fungsi hambatan menggunakan fungsi exponensial negatif.  Variabel terikat merupakan volume bongkar-muat barang angkutan laut antar pulau di pelabuhan utama; dan variabel bebas merupakan faktor sosial ekonomi yang diduga mempengaruhi pertumbuhan pergerakan barang. Hasil pemodelan dapat menjelaskan  lebih lanjut informasi bongkar/muat asal-tujuan barang di pelabuhan, karena data BPS tidak mencantumkan asal-tujuan bongkar/muat di pelabuhan utama antar pulau.

Published

2025-10-30

Issue

Section

Articles