MODEL MULTI-DEPOT VEHICLE ROUTING UNTUK SISTEM TRANSPORTASI BALIKPAPAN CITY TRANS

Authors

  • Tito Bisma May Willis Teknik Logistik, Institut Teknologi Kalimantan, Jl. Soekarno Hatta KM 15, Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia 76127
  • Ade Aisyah Arifna Putri Sebelas Maret University
  • Zelania In Haryanto Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia, Jl. Kaliurang km 14.5, Sleman, Yogyakarta, Indonesia 55584
  • Ahmad Jamil Teknik Industri, Institut Teknologi Kalimantan, Jl. Soekarno Hatta KM 15, Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia 76127
  • Anis Rohmana Malik Rekayasa Keselamatan, Institut Teknologi Kalimantan, Jl. Soekarno Hatta KM 15, Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia 76127

DOI:

https://doi.org/10.21009/logistik.v18i02.60828

Keywords:

Smart City, Transportation, City Trans, Vehicle Routing Problem, MDVRP

Abstract

Transportasi sangat penting bagi kemajuan kota cerdas. Balikpapan, sebagai salah satu kawasan penting di Indonesia, menghadapi tantangan dalam mengatur peningkatan mobilitas penduduk. Permasalahan utama meliputi kemacetan lalu lintas, rute transportasi umum yang tidak teratur, serta tingginya biaya operasional. Vehicle Routing Problem (VRP) dapat meningkatkan efisiensi sistem transportasi. Penelitian ini menggunakan Multiple Depot Vehicle Routing Problem (MDVRP) untuk mengusulkan rute optimal untuk Balikpapan City Trans (Bacitra). Studi ini meninjau depot, jarak tempuh, jumlah armada, kapasitas kendaraan, waktu perjalanan, dan permintaan penumpang dalam koridor layanan untuk meningkatkan efisiensi rute transportasi. Sistem transportasi publik Bacitra disusun berdasarkan model MDVRP. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan rute koridor Bacitra yang lebih optimal, efisien, dan ramah pengguna. Sebelum optimasi, 17 kendaraan melayani 18 titik pelanggan dari beberapa depot. Melalui optimasi rute dan penjadwalan, ditemukan bahwa hanya 14 kendaraan yang dibutuhkan untuk melayani seluruh lokasi pelanggan yang ada. Tiga kendaraan yang tersisa dialokasikan menggunakan VRP untuk melayani rute baru yang mencakup titik terbanyak dengan jarak tempuh total minimum.

Published

2025-10-30

Issue

Section

Articles