PERANCANGAN RUTE PENDISTRIBUSIAN PROGRAM BANTUAN PEMERINTAH BERUPA MAKANAN BERGIZI GRATIS (MBG) DI KECAMATAN KESAMBI KOTA CIREBON, JAWA BARAT

Authors

  • Novita Ramadhan Putri Universitas Logistik dan Bisnis Internasional, Jl. Sariasih No.54, Sarijadi, Kec. Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia 40151
  • Anggi Widya Purnama Universitas Logistik dan Bisnis Internasional, Jl. Sariasih No.54, Sarijadi, Kec. Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia 40151
  • Nurlaela Kumala Dewi Universitas Logistik dan Bisnis Internasional, Jl. Sariasih No.54, Sarijadi, Kec. Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia 40151

DOI:

https://doi.org/10.21009/logistik.v19i02.66359

Keywords:

Program Makan Bergizi Gratis, Optimasi Rute, Distribusi Logistik, HVRPTW, Google OR-Tools

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan status gizi masyarakat melalui penyediaan makanan bergizi secara rutin. Pelaksanaan program ini memerlukan sistem distribusi yang mampu memenuhi kebutuhan penerima dengan mempertimbangkan kapasitas kendaraan dan batas waktu pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang rute pendistribusian bantuan makanan bergizi dengan mempertimbangkan armada heterogen dan batasan waktu. Studi kasus dilakukan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Pendidikan Delta dan SPPG Yayasan Miftahul Ulum di Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model HVRPTW yang diselesaikan menggunakan Google OR-Tools berbasis Python. Model mempertimbangkan parameter koordinat, jumlah permintaan, kapasitas armada, jendela waktu, jarak tempuh dan biaya operasional kendaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada SPPG Yayasan Pendidikan Delta, rute usulan mengurangi total jarak tempuh sebesar 11,8%, waktu operasi selama 22 menit, dan biaya operasional harian sebesar 0,2%. Pada SPPG Yayasan Miftahul Ulum, total jarak tempuh berkurang sebesar 5,5%, waktu operasi selama 10 menit, dan biaya operasional harian sebesar 0,2%. Kepatuhan terhadap time window meningkat menjadi 100% pada kedua SPPG, dari 98% pada rute eksisting Delta dan 90% pada rute eksisting Miftahul Ulum. Rute usulan juga menghilangkan pelanggaran time window pada kedua SPPG serta kelebihan muatan yang ditemukan pada rute eksisting Miftahul Ulum. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan HVRPTW dapat mendukung perancangan rute distribusi MBG yang lebih efisien dengan tetap memperhatikan kapasitas kendaraan dan ketepatan waktu pelayanan.

Published

2026-10-31

Issue

Section

Articles