EVALUASI LEAN WAREHOUSING UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI OPERASIONAL GUDANG PT POS INDONESIA

Authors

  • Derby Muhammad Sadam Prodi Teknik Logistik, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi, Bandung, Jawa Barat, Indonesia, 40154
  • Wiku Larutama Prodi Teknik Logistik, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi, Bandung, Jawa Barat, Indonesia, 40154
  • Mumu Komaro Prodi Teknik Logistik, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi, Bandung, Jawa Barat, Indonesia, 40154

DOI:

https://doi.org/10.21009/logistik.v19i01.67185

Keywords:

Efisiensi Operasional, Gudang, Lean Warehousing, Pemborosan, Process Cycle Efficiency, PT Pos Indonesia

Abstract

PT Pos Indonesia merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berperan penting dalam penyediaan layanan kurir, logistik, dan transaksi keuangan di Indonesia. Dalam proses pengelolaan logistik produk Telkomsel di divisi Tata Kelola Gudang, ditemukan berbagai permasalahan operasional, seperti proses entri data manual, penomoran dan scanning ganda, serta fluktuasi volume barang yang menyebabkan penumpukan persediaan (inventory waste) dan waktu tunggu (waiting time) yang tinggi. Permasalahan tersebut berdampak langsung pada penurunan akurasi data, keterlambatan distribusi, peningkatan biaya operasional, serta menurunnya produktivitas keseluruhan proses pergudangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi pemborosan (waste) yang terjadi pada proses operasional gudang Telkomsel di bawah pengelolaan PT Pos Indonesia, serta memberikan rekomendasi perbaikan menggunakan pendekatan Lean Warehousing. Metode analisis yang digunakan meliputi Value Stream Analysis Tools (VALSAT), kuesioner Seven Waste, dan Process Activity Mapping (PAM) untuk memetakan aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waste dominan adalah Defect (rata-rata 1,5), Unnecessary Inventory dan Waiting (masing-masing 1,4). Berdasarkan analisis VALSAT, Process Activity Mapping (PAM) terpilih sebagai tools utama dengan nilai tertinggi (30,2). Hasil PAM menunjukkan Process Cycle Efficiency (PCE) kondisi saat ini sebesar 53,9% dari total 402,5 menit proses, dengan 33,5% waktu terbuang pada aktivitas Non Value Added (NVA). Melalui rekomendasi perbaikan yang mencakup digitalisasi pencatatan berbasis Warehouse Management System (WMS), optimalisasi penjadwalan distribusi dengan vendor, penerapan sistem RFID untuk pencatatan inbound, serta penataan ulang tata letak gudang, PCE diproyeksikan meningkat menjadi 60,8% dengan penghematan waktu sebesar 45,9 menit (11,4%). Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan Lean Warehousing berpotensi signifikan dalam mengurangi pemborosan operasional dan meningkatkan efisiensi proses distribusi produk Telkomsel di PT Pos Indonesia.

Published

2026-04-30

Issue

Section

Articles