OPTIMASI PENGENDALIAN PERSEDIAAN MATERIAL MINIATURE CIRCUIT BREAKER (MCB) MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) PADA PT PLN (PERSERO) UP3 RANTAU PRAPAT
DOI:
https://doi.org/10.21009/logistik.v19i02.70976Keywords:
EOQ, persediaan, reorder point, Biaya Persediaan, MCBAbstract
Persediaan material Miniature Circuit Breaker (MCB) merupakan aspek penting dalam operasional PT PLN (Persero) UP3 Rantau Prapat guna menjamin kelancaran pelayanan kepada pelanggan. Kebijakan persediaan yang belum mencapai tingkat efisiensi atau keseimbangan yang ideal dalam pengelolaannya berpotensi mengakibatkan terjadinya kelebihan persediaan (overstock) maupun kekurangan persediaan (understock) seperti yang terjadi pada bulan Maret 2025 ketika stok akhir MCB hanya tersisa 183 unit. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menetapkan jumlah pemesanan material MCB yang paling efisien dan tepat, menganalisis efektivitas pengendalian persediaan dalam mengurangi risiko overstock dan understock, serta menetapkan waktu yang tepat untuk melakukan pemesanan ulang (reorder point) yang tepat agar ketersediaan material tetap terjaga. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Economic Order Quantity (EOQ), yaitu suatu model kuantitatif dalam manajemen persediaan yang bertujuan untuk meminimalkan total biaya persediaan dengan cara menyeimbangkan antara biaya pemesanan dan biaya penyimpanan. Data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup total penggunaan tahunan, biaya pemesanan, serta biaya penyimpanan material MCB selama periode penelitian berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuantitas pesanan optimal menurut metode EOQ adalah sebanyak 441 unit per pesanan, dengan total penggunaan tahunan sebesar 3.506 unit, biaya pemesanan sebesar Rp. 25.000 per pesanan, dan biaya penyimpanan sebesar Rp. 900 per unit per tahun. Penerapan EOQ menghasilkan total biaya persediaan sebesar Rp. 397.202 per tahun, yang lebih rendah dibandingkan dengan kebijakan perusahaan sebesar Rp. 512.994 per tahun, sehingga terdapat penghematan sebesar 22,57%. Frekuensi pemesanan optimal yang dihasilkan adalah 8 kali per tahun. Titik pemesanan kembali (reorder point) yang tepat ditentukan pada saat stok mencapai 178 unit, dengan mempertimbangkan rata-rata pemakaian bulanan sebesar 292,16 unit, lead time pengadaan 0,5 bulan, dan Safety Stock sebesar 32 unit. Dengan demikian, penerapan metode EOQ berpotensi meningkatkan efisiensi biaya persediaan sekaligus menjaga ketersediaan material MCB secara lebih terorganisir dan terukur.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Anwar, Amanda Renata Sari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this Journal agree to the following terms:
- Author retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a creative commons attribution licensethat allow others to share the work within an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication of this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangementfor the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g. acknowledgement of its initial publication in this journal).
- Authors are permitted and encouraged to post their work online(e.g. in institutional repositories or on their websites) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published works.
-
Users/public use of this website will be licensed to CC BY-NC-SA Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License





