OPTIMASI PENGENDALIAN PERSEDIAAN MATERIAL MINIATURE CIRCUIT BREAKER (MCB) MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) PADA PT PLN (PERSERO) UP3 RANTAU PRAPAT

Authors

  • Anwar Program Studi Teknik Industri, Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh, Indonesia Aceh 24355
  • Amanda Renata Sari Program Studi Teknik Logistik, Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh, Indonesia Aceh 24355

DOI:

https://doi.org/10.21009/logistik.v19i02.70976

Keywords:

EOQ, persediaan, reorder point, Biaya Persediaan, MCB

Abstract

Persediaan material Miniature Circuit Breaker (MCB) merupakan aspek penting dalam operasional PT PLN (Persero) UP3 Rantau Prapat guna menjamin kelancaran pelayanan kepada pelanggan. Kebijakan persediaan yang belum mencapai tingkat efisiensi atau keseimbangan yang ideal dalam pengelolaannya berpotensi mengakibatkan terjadinya kelebihan persediaan (overstock) maupun kekurangan persediaan (understock) seperti yang terjadi pada bulan Maret 2025 ketika stok akhir MCB hanya tersisa 183 unit. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menetapkan jumlah pemesanan material MCB yang paling efisien dan tepat, menganalisis efektivitas pengendalian persediaan dalam mengurangi risiko overstock dan understock, serta menetapkan waktu yang tepat untuk melakukan pemesanan ulang (reorder point) yang tepat agar ketersediaan material tetap terjaga. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Economic Order Quantity (EOQ), yaitu suatu model kuantitatif dalam manajemen persediaan yang bertujuan untuk meminimalkan total biaya persediaan dengan cara menyeimbangkan antara biaya pemesanan dan biaya penyimpanan. Data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup total penggunaan tahunan, biaya pemesanan, serta biaya penyimpanan material MCB selama periode penelitian berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuantitas pesanan optimal menurut metode EOQ adalah sebanyak 441 unit per pesanan, dengan total penggunaan tahunan sebesar 3.506 unit, biaya pemesanan sebesar Rp. 25.000 per pesanan, dan biaya penyimpanan sebesar Rp. 900 per unit per tahun. Penerapan EOQ menghasilkan total biaya persediaan sebesar Rp. 397.202 per tahun, yang lebih rendah dibandingkan dengan kebijakan perusahaan sebesar Rp. 512.994 per tahun, sehingga terdapat penghematan sebesar 22,57%. Frekuensi pemesanan optimal yang dihasilkan adalah 8 kali per tahun. Titik pemesanan kembali (reorder point) yang tepat ditentukan pada saat stok mencapai 178 unit, dengan mempertimbangkan rata-rata pemakaian bulanan sebesar 292,16 unit, lead time pengadaan 0,5 bulan, dan Safety Stock sebesar 32 unit. Dengan demikian, penerapan metode EOQ berpotensi meningkatkan efisiensi biaya persediaan sekaligus menjaga ketersediaan material MCB secara lebih terorganisir dan terukur.

Published

2026-10-31

Issue

Section

Articles