INTEGRASI METODE ABC DAN FSN TERKAIT TATA LETAK BAHAN BAKU PISAU DI GUDANG PT XYZ

Authors

  • Yoshua Ardy Putra Administrasi Niaga, Politeknik Negeri Jakarta, Jl. Prof. DR. G.A. Siwabessy, Kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Indonesia 16425
  • Niken Desyana Salsabila Administrasi Niaga, Politeknik Negeri Jakarta, Jl. Prof. DR. G.A. Siwabessy, Kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Indonesia 16425
  • Riza Hadikusuma Administrasi Niaga, Politeknik Negeri Jakarta, Jl. Prof. DR. G.A. Siwabessy, Kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Indonesia 16425
  • Arizal Putra Pratama Administrasi Niaga, Politeknik Negeri Jakarta, Jl. Prof. DR. G.A. Siwabessy, Kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Indonesia 16425

DOI:

https://doi.org/10.21009/logistik.v19i02.71077

Keywords:

Class Based Storage, ABC, FSN, Consumption Rate, Tata Letak Gudang

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tata letak penyimpanan bahan baku pisau di gudang PT XYZ serta merancang usulan perbaikan tata letak melalui integrasi metode ABC dan Fast, Slow, Non Moving (FSN). Penelitian ini melakukan pengumpulan data melalui observasi partisipan, wawancara semi terstruktur, dokumentasi, serta aktifitas perpindahan dan inbound-outbound periode Desember 2025–Februari 2026. Analisis dilakukan menggunakan metode ABC untuk mengklasifikasikan material berdasarkan tingkat prioritas, metode FSN berdasarkan consumption rate untuk mengelompokkan material menurut tingkat pergerakannya, serta analisis fishbone diagram dan 5W+1H untuk mengidentifikasi akar penyebab permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata letak gudang masih menerapkan sistem penyimpanan acak (random storage), sehingga penempatan material belum mempertimbangkan nilai kepentingan dan frekuensi pergerakan material. Kondisi tersebut mengakibatkan waktu picking melebihi standar operasional, meningkatnya aktivitas rehandling, serta penumpukan material pada staging area. Hasil analisis ABC mengelompokkan 34 material menjadi 15 material kategori A, 10 kategori B, dan 9 kategori C. Sementara itu, analisis FSN berdasarkan Consumption Rate (CR) menghasilkan 13 material fast-moving, 8 slow-moving, dan 13 non-moving. Integrasi kedua metode menghasilkan matriks ABC–FSN yang digunakan sebagai dasar penyusunan rancangan tata letak penyimpanan berbasis Class-Based Storage (CBS). Rancangan tersebut diharapkan dapat mendukung penempatan material sesuai prioritas aktivitas perpindahan dan karakteristik konsumsinya. Namun, peningkatan efisiensi operasional belum dapat dinyatakan sebagai hasil aktual karena penelitian ini belum melakukan pengukuran sebelum dan sesudah penerapan tata letak usulan.

Published

2026-11-02

Issue

Section

Articles