ANALISIS PENYEBAB KECELAKAAN KERJA PADA AKTIVITAS DRIVER TRUCK MENGGUNAKAN FISHBONE DIAGRAM, HIERARCHY OF CONTROL, DAN PDCA DI PT XYZ

Authors

  • Falah Afdhal Mikail Program Studi Administrasi Bisnis Terapan, Jurusan Administrasi Niaga, Politeknik Negeri Jakarta, Depok, Indonesia, 16425
  • Nidia Sofa Program Studi Administrasi Bisnis Terapan, Jurusan Administrasi Niaga, Politeknik Negeri Jakarta, Depok, Indonesia, 16425
  • Ratri Kurniasari Program Studi Administrasi Bisnis Terapan, Jurusan Administrasi Niaga, Politeknik Negeri Jakarta, Depok, Indonesia, 16425
  • Syamsurizal Program Studi Administrasi Bisnis Terapan, Jurusan Administrasi Niaga, Politeknik Negeri Jakarta, Depok, Indonesia, 16425
  • Restu Jati Saputro Program Studi Administrasi Bisnis Terapan, Jurusan Administrasi Niaga, Politeknik Negeri Jakarta, Depok, Indonesia, 16425

DOI:

https://doi.org/10.21009/logistik.v19i02.71114

Keywords:

Kecelakaan Kerja, Driver Truck, Fishbone Diagram, Hierarchy Of Control, PDCA

Abstract

Kecelakaan kerja pada aktivitas driver truck masih menjadi persoalan serius yang mengancam keselamatan pekerja sekaligus kelancaran operasional perusahaan logistik, termasuk di PT XYZ yang mencatat kenaikan kasus dari 18 kasus (tahun 2023) menjadi 45 kasus (tahun 2025). Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor penyebab kecelakaan kerja pada aktivitas driver truck, menyusun rekomendasi pengendalian, serta merancang rencana implementasinya di PT XYZ. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara semi-terstruktur terhadap enam informan (tiga driver dan tiga pihak manajemen operasional), observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan bantuan perangkat lunak NVivo 14 dan dipetakan ke dalam enam kategori fishbone diagram, yaitu man, machine, method, material, measurement, dan environment, kemudian ditindaklanjuti dengan analisis hierarchy of control dan siklus Plan-Do-Check-Action (PDCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor manusia merupakan penyebab paling dominan, terutama microsleep saat mengemudi dan rendahnya kepatuhan terhadap SOP keselamatan, diikuti oleh kondisi kendaraan (rem dan ban), tekanan tenggat pengiriman, lemahnya pengawasan, muatan berlebih, serta faktor lingkungan. Berdasarkan sepuluh faktor dominan yang teridentifikasi, disusun tiga rekomendasi pengendalian teknik dan tujuh rekomendasi pengendalian administratif, dengan alat pelindung diri diposisikan sebagai lapisan perlindungan terakhir. Rekomendasi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam rencana implementasi berbasis siklus PDCA agar perbaikan berjalan terstruktur dan berkelanjutan. Berbeda dari penelitian K3 transportasi sebelumnya yang umumnya hanya mengidentifikasi faktor penyebab, penelitian ini mengintegrasikan tiga metode secara berurutan fishbone diagram, hierarchy of control, dan PDCA untuk menghasilkan kerangka analisis menyeluruh dari identifikasi akar masalah hingga rencana implementasi yang dapat ditindaklanjuti langsung oleh manajemen perusahaan logistik.

Published

2026-10-31

Issue

Section

Articles