IDENTIFIKASI POTENSI ASPAL ALAM (ASBUTON) MENGGUNAKAN METODE ELECTRICAL RESISTIVITY TOMOGRAPHY
DOI:
https://doi.org/10.21009/03.1401.FA11Abstract
Asbuton merupakan sumber daya aspal alami yang berasal dari Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, dan merupakan satu-satunya aspal alam di Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi, khususnya dalam bidang pembangunan infrastruktur jalan. Metode Electrical Resistivity Tomography (ERT) merupakan salah satu pendekatan geofisika yang digunakan untuk menelaah kondisi geologi bawah permukaan melalui distribusi nilai resistivitas batuan. Penelitian ini menerapkan metode ERT guna mendeteksi potensi keberadaan aspal alam (asbuton) di bawah permukaan. Akuisisi data dilakukan secara tomografi dua dimensi menggunakan konfigurasi dipole–dipole dengan alat ukur Resistivity Meter Georesis Multielectrodes. Data hasil pengukuran diolah menggunakan metode inversi melalui perangkat lunak Res2DInv untuk memperoleh penampang bawah permukaan yang merepresentasikan distribusi nilai resistivitas. Berdasarkan informasi geologi lokal, asbuton biasanya berasosiasi dengan batupasir gampingan, yang memiliki rentang nilai tahanan jenis relatif tinggi, yakni antara 400 hingga 800 Ohm.meter. Interpretasi penampang menunjukkan zona anomali dengan nilai resistivitas tinggi yang diduga kuat sebagai indikasi keberadaan asbuton. Temuan ini memperkuat potensi penggunaan metode ERT sebagai alat bantu eksplorasi yang efisien, akurat, dan ramah lingkungan dalam mendukung kegiatan identifikasi sumber daya aspal alam di Indonesia.
References
[1] T. Sihotang, Potensi dan Pemanfaatan Aspal Buton sebagai Sumber Daya Alam Strategis Nasional. Badan Geologi, Kementerian ESDM, 2012.
[2] A. Soeprapto, S. Sudarmadji, and A. Haryanto, “Karakteristik Aspal Buton dan Pemanfaatannya dalam Konstruksi Perkerasan Jalan,” Jurnal Jalan dan Jembatan, vol. 34, no. 2, pp. 123–132, 2017.
[3] M. H. Loke, I. Acworth, and T. Dahlin, “A Comparison of Smooth and Blocky Inversion Methods in 2D Electrical Imaging Surveys,” Exploration Geophysics, vol. 34, no. 3, pp. 182–187, 2003.
[4] A. Binley and A. Kemna, “DC Resistivity and Induced Polarization Methods,” in Hydrogeophysics, Y. Rubin and S. S. Hubbard, Eds. Springer, 2005, pp. 129–156.
[5] A. Supriyanto, F. Fathurrahman, and A. Rochman, “Penerapan Metode Geolistrik Resistivitas untuk Identifikasi Struktur Bawah Permukaan Daerah Potensial Sumber Daya Alam,” Jurnal Geosains, vol. 15, no. 2, pp. 89–98, 2019.
[6] J. Tampubolon, T. Nugroho, and A. Aulia, “Studi Geologi dan Potensi Aspal Alam di Daerah Kabungka, Buton Tengah,” Jurnal Geologi Kelautan, vol. 18, no. 1, pp. 45–56, 2020.
[7] M. H. Loke and R. D. Barker, “Rapid Least-Squares Inversion of Apparent Resistivity Pseudosections by a Quasi-Newton Method,” Geophysical Prospecting, vol. 44, no. 1, pp. 131–152, 1996.
[8] M. H. Loke, Tutorial: 2-D and 3-D Electrical Imaging Surveys, 2004.
[9] R. Soeprapto, A. Suprapto, and M. A. Dewi, “Pemanfaatan Asbuton sebagai Material Alternatif Aspal Jalan Nasional,” Jurnal Jalan dan Jembatan, vol. 34, no. 2, pp. 105–115, 2017.
[10] A. Yusuf, J. Suryono, and M. Fajri, “Identifikasi Litologi dan Potensi Kandungan Hidrokarbon Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas di Kabupaten Buton,” Jurnal Eksplorasi Geofisika, vol. 7, no. 1, pp. 13–21, 2021.
[11] D. Sutrisno, S. Hadi, and R. Nurlaili, “Identifikasi Litologi Mengandung Bitumen Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas di Daerah Sedimen Karbonat,” Jurnal Geosaintek, vol. 8, no. 1, pp. 45–54, 2022.



