BRIDGING THE GAP IN PHYSICS EDUCATION: A STUDY ON HIGHER-ORDER THINKING SKILLS AMONG HIGH SCHOOL STUDENTS

Authors

  • Rafika Elmutiah Program Studi Magister Pendidikan Fisika FKIP Universitas Riau, Kampus Bina Widya KM. 12,5, Simpang Baru, Kec. Tampan, Kota Pekanbaru, Riau, 28293, Indonesia
  • Zulirfan Program Studi Magister Pendidikan Fisika FKIP Universitas Riau, Kampus Bina Widya KM. 12,5, Simpang Baru, Kec. Tampan, Kota Pekanbaru, Riau, 28293, Indonesia
  • M. Rahmad Program Studi Magister Pendidikan Fisika FKIP Universitas Riau, Kampus Bina Widya KM. 12,5, Simpang Baru, Kec. Tampan, Kota Pekanbaru, Riau, 28293, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.21009/03.1401.PF04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) siswa kelas XI SMAN 4 Mandau pada topik dinamika rotasi. Pendekatan yang digunakan adalah mixed method dengan subjek 68 siswa dan 4 guru. Instrumen berupa angket, tes kognitif, dan wawancara digunakan untuk menggali persepsi serta kemampuan siswa dan guru terkait HOTS. Hasil menunjukkan bahwa 71,1% siswa dan seluruh guru menyatakan soal berbasis HOTS sulit diselesaikan. Secara statistik tidak terdapat perbedaan signifikan antara nilai peniaian harian dan tes kognitif, namun secara deskriptif kategori kemampuab berbeda: sangat tinggi pada penilaian harian dan sedang pada tes kognitif. Kategori kemampuan siswa dalam LOTS, MOTS, dan HOTS masing-masing berada pada kategori sedang, tinggi, dan rendah. Hambatan pembelajaran HOTS meliputi akses modul terbatas, tidakseimbangan kurikulum, dan kurangnya pelatihan HOTS secara konsisten oleh guru. Penelitian ini menyarankan penerapa pembelajaran yang lebih kontekstual dan penggunaan media yang bervariasi agar siswa lebih terlatih dalam menyelesaikan soal-soal berbasis HOTS.

References

[1] Putri, C. M., Adrias, A., Syam, S. S., & Universitas Negeri Padang. (2025). Mengasah kecerdasan anak dengan soal HOTS: Strategi efektif untuk pembelajaran di SD. Morfologi: Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya, 3(2), 287–296.

[2] Zebua, N. (2024). Studi literatur: Peranan Higher Order Thinking Skills dalam proses pembelajaran. Edukasi Elit: Jurnal Inovasi Pendidikan, 1(2), 92–100. https://doi.org/10.62383/edukasi.v1i2.110

[3] Rezanaya, A. P., Ar Rahman, M. F., Safitri, R., & Rahmatia, S. (2025). Peningkatan kemampuan Higher Order Thinking Skills (HOTS) melalui computational thinking di SMP Jam’iyyatul Mubtadi Pagelaran Banten. Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat, 4(1), 364. https://doi.org/10.36722/psn.v4i1.3483

[4] Taufikurohman, M., & Maemonah, M. (2024). Analisis Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada soal asesmen madrasah mata pelajaran Al-Qur’an Hadis di MAN 3 Sleman. Jurnal Pendidikan Madrasah, 9(1), 81–96. https://doi.org/10.14421/jpm.2024.81-96

[5] Widjanarko, P. B. (2022). Penerapan pembelajaran dan penilaian berorientasi Higher Order Thinking Skill (HOTS) dalam pelajaran fisika pokok bahasan besaran dan satuan di SMA Charitas Jakarta. Science: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA, 2(3), 405–414. https://doi.org/10.51878/science.v2i3.1590

[6] Anderson, L. W., et al. (2001). Taxonomy for Assessing a Revision of Bloom’s Taxonomy of Educational Objectives.

[7] Wilson, L. O. (2016). Bloom’s Taxonomy Revised – Understanding the new version of Bloom’s Taxonomy. A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assessing, 1(1), 1–8.

[8] Fai, M. S., & Ardi, R. (2025). Penerapan pembelajaran High Order Thinking Skill (HOTS) pada mata pelajaran IPA siswa kelas V SDN 23 Kendari, 1(5), 111–131.

[9] Syarifah, T. J., Usodo, B., & Riyadi, R. (2018). Higher Order Thinking (HOT) problems to develop critical thinking ability and student self-efficacy in learning mathematics primary schools. Social, Humanities, and Educational Studies Conference Series, 1(1), 917–925. https://doi.org/10.20961/shes.v1i1.23676

[10] Mullis, I. V. S., Martin, M. O., Foy, P., & Hopper, M. (2016). TIMSS 2015 International Results in Mathematics. TIMSS & PIRLS International Study Center. Tersedia pada: http://timss2015.org/timss-2015/science/student-achievement/distribution-of-science-achievement/

[11] Suryana, E., Aprina, M. P., & Harto, K. (2022). Teori konstruktivistik dan implikasinya dalam pembelajaran. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(7), 2070–2080. https://doi.org/10.54371/jiip.v5i7.666

[12] Fuadi, H., Robbia, A. Z., Jamaluddin, J., & Jufri, A. W. (2020). Analisis faktor penyebab rendahnya kemampuan literasi sains peserta didik. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidik, 5(2), 108–116. https://doi.org/10.29303/jipp.v5i2.122

Downloads

Published

2025-12-07

How to Cite

Rafika Elmutiah, Zulirfan, & M. Rahmad. (2025). BRIDGING THE GAP IN PHYSICS EDUCATION: A STUDY ON HIGHER-ORDER THINKING SKILLS AMONG HIGH SCHOOL STUDENTS. Joint Prosiding IPS Dan Seminar Nasional Fisika, 14(1), PF 23–30. https://doi.org/10.21009/03.1401.PF04

Issue

Section

Pendidikan Fisika dan Aplikasinya