Toko Jamu “Kwat Shae” Untuk Menyuarakan Isu Street Harassment Catcalling

Penulis

  • Louisiana Wattimena Universitas Negeri Jakarta
  • Aprina Murwanti Universitas Negeri Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.21009/qualia.31.06

Kata Kunci:

Catcalling, Toko Jamu, Seni Instalasi

Abstrak

Catcalling adalah pelecehan seksual secara verbal yang merupakan bagian kecil dari street harassment yang dianggap remeh namun sebenarnya memiliki dampak besar kepada para korbannya, yaitu perempuan baik anak-anak maupun orang dewasa. Normalisasi terhadap tindakan ini merupakan masalah menjamur yang kemudian menimbulkan masalah yang lebih besar lagi di masyarakat. Toko Jamu adalah salah satu solusi masyarakat dalam mengakses pengobatan tradisional. Pemahaman masyarakat terhadap khasiat dari jamu sebagai media pengobatan tradisional menjadi pendekatan yang menarik untuk menyampaikan isu yang cukup sensitif. Dimana pemahaman tentang catcalling dapat dikemas dalam bentuk yang lebih familiar dan parodi menjadi cara paling ringan untuk menyampaikannya. Instalasi Toko jamu “Kwat Shae” Sebagai Pengenalan Isu Street HarassmentCatcalling” mengapropriasikan sebuah instalasi toko jamu dengan berbagai parodi yang menggugah cara berpikir yang keliru dari masyarakat terhadap topik catcalling sebagai dampak positif yang dapat dirasakan sama seperti jamu.

Referensi

Bayrakdar, I. (2021). Contemporary Installations Where Art Meets Engineering. https://interestingengineering.com/9-art-installations-that-will-blow-your-mind

Bishop, C. (2005). Installation Art: A Critical History. In Installation art. A critical history. London: Tate and Routledge.

Dupere, K. (2016). 15 public art projects that boldly advocate for social justice. https://mashable.com/article/public-art-social-good

Hidayat, A., & Setyanto, Y. (2020). Fenomena Catcalling sebagai Bentuk Pelecehan Seksual secara Verbal terhadap Perempuan di Jakarta. Koneksi, 3(2), 485. https://doi.org/10.24912/kn.v3i2.6487

Ji, F. (2019). How Participatory Art Connects Audiences to Social Justice Issues. https://blogs.commons.georgetown.edu/cctp-802-spring2019/2019/05/07/bring-it-home-how-participatory-art-connects-audience-to-social-justice-issues/

Martin, J. (2018). The Culture of Catcalling. https://rifka-annisa.org/en/news/news/item/584-the-culture-of-catcalling

Mugan, C. (2021). Richard Hamilton: the pioneer of British Pop Art. Art UK. https://artuk.org/discover/stories/richard-hamilton-the-pioneer-of-british-pop-art#

Supangkat, J., & Sumartono. (2000). Peran Kekuasaan dalam Seni Rupa Kontemporer Yogyakarta. Yayasan Seni Cemeti.

Unduhan

Diterbitkan

2023-04-25

Cara Mengutip

Wattimena, L., & Murwanti, A. (2023). Toko Jamu “Kwat Shae” Untuk Menyuarakan Isu Street Harassment Catcalling. Qualia: Jurnal Ilmiah Edukasi Seni Rupa Dan Budaya Visual, 3(1), 36–43. https://doi.org/10.21009/qualia.31.06

Terbitan

Bagian

Articles