PENERAPAN DOODLING MOTIF RAGAM HIAS PADA HEWAN ENDEMIK YANG TERDAPAT DI RELIEF CANDI BOROBUDUR MELALUI ACTIVITY BOOK UNTUK ANAK USIA 14-25 TAHUN

Penulis

  • Ahmad Khoirul Badri Universitas Negeri Jakarta
  • Rizki Taufik Rakhman universitas negeri jakarta

DOI:

https://doi.org/10.21009/qualia.42.03

Kata Kunci:

Ragam hias, relief, candi borobudur, hewan endemik, doodle art

Abstrak

Candi Borobudur merupakan kuil Budha terbesar di dunia dan masuk kedalam salah satu dari lima destinasi super prioritas yang digagas oleh kemenparekraf. Candi Borobudur terdiri dari 10 tingkatan dengan stupa induk pada tingkat atas, 72 stupa, 505 patung Budha, dan 1460 relief. Di dalamnya terdapat pahatan berupa relief hias dan relief naratif, diantara banyaknya pahatan tersebut terdapat motif ragam hias dan hewan endemik yang perlu diperkenal luaskan dengan cara yang unik, yaitu melalui kegiatan doodling pada buku aktivitas. Metode pengambilan data yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan design thinking. Perolehan data pada penelitian ini melalui kuesioner, wawancara, observasi, hingga tahap uji coba kepada calon pengguna. Hasil penelitian ini telah diuji coba kepada reponden sesuai target umur (14-25 tahun) dan telah melalui tahapan validasi narasumber ahli bahasa, ahli desain buku aktivitas dan Kemenparekraf.

Referensi

Achmadi, A.,. Maryanto, I., . Rusdianto, R., Maharadatunkamsi, D. (2020). Identifikasi singkapan simbolik fauna mamalia pada babak cerita di relief Lalitavistara Candi Borobudur. Jurnal Biologi Indonesia, 16 (2): 111-141. DOI:10.47349/jbi/16022020/111

Adrian. (2021). Lebih dari mengusir bosan, inilah manfaat doodling yang perlu diketahui. Akses 20 Maret 2024. Link Akses:, https://www.alodokter.com/

Borobudur Park. (2021). Wisata edukasi gajah di Candi Borobudur. Akses 20 Mei 2024. Link Akses: https://borobudurpark.com/

Brown, S. (2018). Doodling as self-expression in mental health recovery. Journal of Applied Arts & Health, 9(2): 153-167.

Engeström, Y. (1987). Learning by expanding: An activity-theoretical approach to developmental research. Helsinki, Finland: Orienta Konsultit Oy.

Fadli, M. R .(2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Jurnal Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 21(1): 33-48. Universitas Negeri Yogyakarta

Febrianto, R., Idris, M. (2016), Kisah relief fauna pada Candi Borobudur, ESTEEM Journal, 5(1): 45-55 Universitas PGRI Palembang.

Fernandes, M. A., Wammes, J. D., & Meade, M. E. (2022). Doodling in educational settings: A meta-analysis of cognitive and emotional outcomes. Educational Psychology Review, 34(3), 723–761. DOI: 10.1007/s10648-022-09702-4

Fontein, J. (2012). Reading Borobudur: A visual narrative of ancient Java. Indonesia and the Malay World, 40(117), 77-98. https://doi.org/10.1080/13639811.2012.683669

Frankel. J. R. & Wallen. N. E. (1998). How to design and evaluate research in education (Second Edition). Mc. Graw Hill Inc.

Iswara. (2021). Bentuk klaim batik lavanya sivaji miss world Malaysia 2021. Akses 20 November 2023. Link Akses: www.kompas.com

IUCN. (2020). The IUCN Red list of threatened species. Version 2020-2. Akes 18 November 2023. Link Akses: https://www.iucnredlist.org/

Malchiodi, C. A. (2020). Art therapy and the neuroscience of self-expression. In Handbook of art therapy (2nd ed., pp. 17-28). Guilford Press.

Marinda, L. (2020), Teori perkembangan kognitif Jean Piaget dan problematikanya pada anak usia sekolah dasar. An-Nisa: Jurnal Kajian Perempuan dan Keislaman. .13(1): 116-152. IAIN Jember.

Mujiono, N. (2021), Pahatan cangkang moluska pada relief Candi Borobudur. Zoo Indonesia 30 (2): 85-97.

Nagaoka, S. (2018). The eastward orientation of Borobudur: A solar and symbolic interpretation. Journal of Asian Architecture and Building Engineering, 17(1), 1-8.

Nandy. (2021). Design thinking: Pengertian, tahapan, dan contoh penerapan. Akses 19 April 2024. Link Akses https://www.gramedia.com/

Schott, G. D. (2011). The neurological correlates of spontaneous art. Frontiers in Human Neuroscience, 5(86): 1-12.

Soekmono. 1972. Pelita Borobudur. Seri A No.1. Jakarta: Proyek Pelita Restorasi Candi Borobudur, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Suripto, B. A., Pranowo, L. (2001). Relief jenis-Jenis fauna dan setting lingkungannya pada pahatan dinding Candi Borobudur. Jurnal Manusia dan Lingkungan. 8(1): 37-48. Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, Universitas Gadjah Mada.

Walidin, W., Saifullah, & Tabrani. (2015). Metodologi penelitian kualitatif dan grounded theory. FTK Ar-Raniry Press

Widjaya, Ismoko (2013), Kepahlawanan Kiai Brayut dari dinding jataka Borobudur Akses 2 April 2024. Link Akses: https://www.liputan6.com/

Wuragil, Z. (2022). Identifikasi burung di relief Candi Borobudur. Akses 31 Maret 2024. Link Akses: https://tekno.tempo.co/

Zakaria. (2022). Macam-macam relief Candi Borobudur dan penjelasan singkatnya. Akses: 20 Maret 2024. Link Akses: https://tirto.id/

Unduhan

Diterbitkan

2024-10-25

Cara Mengutip

Khoirul Badri, A., & Rakhman, R. T. (2024). PENERAPAN DOODLING MOTIF RAGAM HIAS PADA HEWAN ENDEMIK YANG TERDAPAT DI RELIEF CANDI BOROBUDUR MELALUI ACTIVITY BOOK UNTUK ANAK USIA 14-25 TAHUN. Qualia: Jurnal Ilmiah Edukasi Seni Rupa Dan Budaya Visual, 4(2), 21–30. https://doi.org/10.21009/qualia.42.03

Terbitan

Bagian

Articles

Kategori