Destinasi Wisata Budaya: Pemetaan Potensi Wisata Kelurahan Krapyak Berbasis ABCD
DOI:
https://doi.org/10.21009/satwika.050105Keywords:
Cultural tourism, Krapyak Village, Tourism destination, Water Front City, Asset-Based Community Development (ABCD)Abstract
Kelurahan Krapyak, Kota Pekalongan, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya berbasis komunitas. Batik Jlamprang, Tari Jlamprang, serta situs spiritual makam Mbah Wayah. Selain itu, keindahan alam Pantai Slamaran dan kekayaan kuliner khas semakin memperkuat daya tarik wisata budaya di daerah ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memetakan potensi pengembangan wisata di Kelurahan Krapyak dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), yang berfokus pada pemberdayaan aset lokal sebagai dasar pembangunan berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara dengan tokoh masyarakat, serta diskusi kelompok terfokus (focus group discussion). Hasil pemetaan menunjukkan bahwa Kelurahan Krapyak memiliki memiliki kekuatan dalam pelestarian budaya berupa berbagai macam tradisi lokal yang seperti Lopis Raksasa, Bubur Suro, serta kuliner lokal semuanya kaya akan nilai sosial berupa gotong royong dan harmoni sosial. Dukungan infrastruktur seperti kawasan Water Front City menjadi nilai tambah yang dapat dijadikan pengembangan berkelanjutan sebagai destinasi wisata. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi konkret bagi pengembangan wisata budaya berbasis komunitas di Kelurahan Krapyak. Dengan optimalisasi aset lokal, strategi promosi yang lebih luas, dan peningkatan keterlibatan masyarakat, Krapyak dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang berdaya saing dan berkelanjutan.
References
Afandi, A., & Dkk. (2022). Metodologi Pengabdian Masyarakat. (A. Suwendi, A. Basir, & J. Wahyudi, Eds.) (I). Jakarta: Ditjen Pendis Kemenag RI.
Anggraeni, D. (2021). Buku Pedoman KKN Berbasis PAR. Banten: BBC.
Anggraeni, D., Adzima, F., Afiani, Z., Irfanullah, G., & Ahmed, M. E. (2024). Analysis of the symbolic meaning of the lopis raksasa tradition as a form of ethnopedagogy for strengthening religious moderation. Tarbawi: Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran Islam, 11(2), 223–236. https://doi.org/10.17509/t.v11i2.75849
Asmarani, R. (2019). Translating the Unique Folklore of Giant Lopis Feast And Giant Cone Megono In Pekalongan Syawalan Traditions. https://doi.org/10.2991/eltlt-18.2019.18
Fallah, S., Dewi, A. K., Cahyono, A., & Lestari, W. (2023). Tari Batik Jlamprang: Bentuk Penyajian dan Simbol Presentasional Identitas Budaya Kota Pekalongan. Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Riset Sosial Humaniora, 6(2), 842–856. https://doi.org/10.31539/kaganga.v6i2.8051
KKN ABCD, T. P. (2015). Panduan KKN ABCD UIN Sunan Ampel Surabaya. Surabaya: LP2M UIN Sunan Ampel Surabaya.
Maulana, M. (2019). Asset-Based Community Development : Strategi Pengembangan Masyarakat. Empower: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 4(2), 259. https://doi.org/10.24235/empower.v4i2.4572
Piandel B, A. (2015). Penataan Koridor Jalan Jelamprang di Krapyak Pekalongan sebagai Kampung Wisata Industri Batik. Universitas Dipenogoro, Semarang.
Publik, T. K. (2023). Krapyak Ditetapkan Jadi Kampung Perikanan Udang Vaname. Retrieved from https://pekalongankota.go.id/berita/krapyak-ditetapkan-jadi-kampung-perikanan-udang-vaname.html
Putra, P. G. P., & Dkk. (2024). Warisan Budaya Sebagai Kekayaan Pariwisata. (P. P. Juniarta, Ed.) (1st ed.). Bali: Intelektual Manifes Media.
Resmanti, M., Hana Amini, U., Shoofii Abiyyi, U., Majidullah Syarief, D., & Yudha Wirajaya, A. (2022). Nilai-Nilai Spiritual dalam Upacara Tradisi Lopis Raksasa di Pekalongan. Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 21(2), 97–107. https://doi.org/10.32939/islamika.v21i02.923
Ro’is, M. (2020). Pendidikan Spiritual Dalam Tradisi Syawalan Lupis Raksasa. Universitas Islam Negeri Walisong Semarang.
Rosidin, R. (2017). Tradisi Lopis Raksasa dalam Perspektif Kerukunan Umat Beragama di Kota Pekalongan. Al-Ulum, 16(1), 15–35. https://doi.org/10.30603/au.v16i1.24
Umar, U., Fuaduddin, F., Muhammad, F., & Nurdiniawati, N. (2020). Buku Pedoman KKN PAR. Bima: LPPM IAI Muhammadiyah BIMA.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dewi Anggraeni, Mutammam Mutammam, Gumilar Irfanullah, Zafiroh Afiani, Muhamad Zuhdi Asyauqi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Satwika: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat allows the author(s) to hold the copyright without restrictions and allows the author(s) to retain publishing rights without restrictions Authors who publish with this journal agree to the following terms:
In developing strategy and setting priorities, SATWIKA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat recognize that free access is better than priced access, libre access is better than free access, and libre under CC-BY-SA or the equivalent is better than libre under more restrictive open licenses. We should achieve what we can when we can. We should not delay achieving free in order to achieve libre, and we should not stop with free when we can achieve libre.
SATWIKA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
You are free to:
- Share — copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
- The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.
Under the following terms:
- Attribution — You must give appropriate credit , provide a link to the license, and indicate if changes were made . You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
No additional restrictions — You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits







