Kolaborasi Masyarakat dalam Pengelolaan Amenitas di Desa Bulak Kabupaten Indramayu
DOI:
https://doi.org/10.21009/satwika.050203Keywords:
Desa Bulak, Amenitas, Masyarakat, KolaborasiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kolaborasi masyarakat dalam pengelolaan amenitas di Desa Bulak serta dampaknya terhadap pengembangan daya saing desa wisata secara berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mengetahui bagaimana bentuk kolaborasi masyarakat dalam pengembangan desa Bulak sebagai destinasi desa wisata yang berkelanjutan. Pengumpulan informasi dan data dilakukan dengan pengamatan langsung dan wawancara kepada pemerintah desa serta masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bentuk kolaborasi masyarakat dalam pengembangan desa Bulak sebagai desa wisata cukup baik dengan memaksimalkan potensi budaya dan kulinernya serta meningkatkan layanan amenitas yang memadai untuk menarik minat wisatawan dan meningkatkan daya saing desa Bulak dengan desa wisata yang ada disekitarnya.
References
Junita Vany, Fionitta Priscilia, dkk. (2020). “Perencanaan dan Pengembangan Homestay Di Desa Wisata Angsana, Desa Setu, Kab. Bogor”. Universitas Pradita Gading Serpong. Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 8 No 1.
Yuliarti, Erlina. (2022). “Strategi Pengembangan Desa Wisata” (Study Kasus Desa Wisata Branjang, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang). Universitas Darul Ulum Islamic Center Sudirman Guppi.
Fitri Aulia, Herijanto Bekti, Elisa Susanti. (2021). “Kolaborasi Pembangunan Kepariwisataan di Desa Kubu Gadang”. Universitas Padjajaran. Jurnal Administrasi Negara (JANE) Volume 13, Number 1.
Dian Herdiana. (2019). “Peran Masyarakat dalam Pengembangan Desa Wisata”. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Cimahi. Jurnal Master Pariwisata (JUMPA). Volume 6, Nomor 1.
Kusnandar, K. (2013). Kolaborasi dalam Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan. Jurnal Pariwisata Berkelanjutan, 7(2), 45-57.
Ilza, I. (2011). Strategi Kolaborasi Masyarakat dalam Pengembangan Desa Wisata. Jurnal Ekonomi Kreatif, 5(1), 23-36.
Mattessich, P. W., & Monsey, B. R. (2001). Collaboration: What Makes It Work. St. Paul, MN: Amherst H. Wilder Foundation.
Narwoko, J. D. (2004). Bentuk kolaborasi dalam perspektif sosiologi pembangunan. Jurnal Ilmu Administrasi Negara (JIANA), 4(2), 112–121.
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. (n.d.). Kolaborasi masyarakat dan pemerintah dalam pembangunan desa wisata. Repository UINSU.
United Nations Development Programme. (2017). Community collaboration toolkit: A practical guide for promoting participatory development. UNDP.
Astuti, R., & Maruto, G. (2020). Penguatan Amenitas pada Pengembangan Desa Wisata Berbasis Budaya Lokal. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 14(2), 122–134.
Sari, R. D., & Gunawan, Y. H. (2020). Kolaborasi masyarakat dalam pengelolaan wisata berbasis kearifan lokal. Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 6(2), 115–125.
Fajar, H., & Nugroho, B. S. (2021). Pemberdayaan Masyarakat: Teori dan Praktik. Penerbit Widina Bhakti Persada.
Pramita, W., & Syahrial, A. (2020). Pengembangan Amenitas Kuliner pada Desa Wisata Berbasis Masyarakat. Jurnal Destinasi Pariwisata, 8(1), 59–70.
Pranata, A. S., & Idajati, R. (2018). "Pengembangan Destinasi Wisata Berbasis Komunitas: Studi Kasus di Desa Wisata." Jurnal Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, 6(2), 45-60.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rahmat Darmawan, Arnila Naya Cahyarani Cahyarani, Reza Rifky Ardani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Satwika: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat allows the author(s) to hold the copyright without restrictions and allows the author(s) to retain publishing rights without restrictions Authors who publish with this journal agree to the following terms:
In developing strategy and setting priorities, SATWIKA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat recognize that free access is better than priced access, libre access is better than free access, and libre under CC-BY-SA or the equivalent is better than libre under more restrictive open licenses. We should achieve what we can when we can. We should not delay achieving free in order to achieve libre, and we should not stop with free when we can achieve libre.
SATWIKA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
You are free to:
- Share — copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
- The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.
Under the following terms:
- Attribution — You must give appropriate credit , provide a link to the license, and indicate if changes were made . You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
No additional restrictions — You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits







