Pentingnya Pemahaman Jurnalistik bagi Pegiat Media Digital Kategori Blogger
DOI:
https://doi.org/10.21009/satwika.050209Abstract
Blogger merupakan salah satu pelaku ruang digital yang aktif menyebarluaskan informasi, baik melalui blog maupun media sosial. Sebagai pelaku media digital, blogger fokus menyebarluaskan informasinya melalui tulisan di media blog, kemudian menyebarkannya melalui media sosial. Konten yang dipublikasikan ditujukan agar dapat dibaca oleh pengguna sehingga memiliki nilai guna bagi para pembacanya. Namun, berdasarkan pengamatan, hampir tidak ada blogger yang berlatar belakang pendidikan jurnalistik atau ilmu komunikasi. Selain itu, pengetahuan dan keterampilan blogger yang sesuai dengan kaidah jurnalistik juga masih minim. Oleh karena itu, dosen Universitas Telkom menggagas kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk menyelenggarakan pelatihan Jurnalistik bagi Komunitas Blogger Bandung. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memfasilitasi Komunitas Blogger Bandung agar memiliki keterampilan menulis dan berbagi informasi sesuai dengan kaidah jurnalistik. Metode yang digunakan dalam kegiatan adalah melalui pembelajaran pengabdian. Kegiatan diawali dengan koordinasi dan pengamatan, dilanjutkan dengan implementasi berupa penyampaian materi workshop dan diskusi. Kegiatan diakhiri dengan penyediaan tautan survei kepuasan. Luaran dari kegiatan ini berupa penerbitan rilis di media massa dan penyusunan laporan akhir. Berdasarkan hasil yang diperoleh, kegiatan ini mencapai hasil yang sangat baik. Peserta mitra sepakat bahwa materi yang disampaikan memiliki kualitas yang baik dalam menarik minat peserta mitra sasaran.
References
Abrar, A. N. (2016a). Menatap Masa Depan Jurnalisme Indonesia. Gadjah Mada University Press.
Abrar, A. N. (2016b). Tatakelola Jurnalisme Politik. Gadjah Mada University Press.
Admin PPID. (2025). Rekap Isu Hoaks dan Disinformasi tahun 2025. PPID Diskomdigi Provinsi Jawa Tengah. https://ppid.diskominfo.jatengprov.go.id/rekap-isu-hoaks-disinformasi-tahun-2025/
Afiyanti, Y. (2008). Focus group discussion (diskusi kelompok terfokus) sebagai metode pengumpulan data penelitian kualitatif. Jurnal Keperawatan Indonesia, 12(1), 58–62.
Alwaton, Y. (2023a). Jurnalisme Advokasi pada Project Multatuli dalam Isu Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Jurnal Spektrum Komunikasi, 11(2), 198–206.
Alwaton, Y. (2023b). Jurnalisme Warga Sebagai Alternatif Literasi Media dan Partisipasi Bagi Publik. Avant Garde, 11(2), 165–177.
Anwari, R. (2020). Pelatihan Jurnalistik Untuk Siswa Kelas XI MA Darussalam Barambai. Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI, 4(1), 107–110.
Bafadhal, O. M., & & Santoso, A. D. (2020). Memetakan Pesan Hoaks Berita Covid-19 di Indonesia Lintas Kategori, Sumber, dan Jenis Disinformasi. Bricolage: Jurnal Magister Ilmu Komunikasi, 6(2), 235–249.
Biro Humas. (2024). Jaga Ruang Digital, Menkominfo: Kami Tangani 203 Isu Hoaks Pemilu 2024,. Https://Www.Kominfo.Go.Id/Content/Detail/ 53920/Siaran-Pers-No-03hmkominfo012024-Tentang-Jaga-Ruang-Digital-Menkominfo- Kami-Tangani-203-Isu-Hoaks-Pemilu-2024/0/Siaran_pers .
Craig, W. (2023). The History of the Internet in a Nutshell. Https://Www.Webfx.Com/Blog/Internet/the-History-of-the-Internet-in-a-Nutshell/ .
Drok, N., & Hermans, L. (2016). Is there a future for slow journalism?: The perspective of younger users. Journalism Practice, 10(4), 539–554. https://doi.org/10.1080/17512786.2015.1102604
Fajriansyah, A. (2024). Penyebaran Berita Hoaks Meningkat Selama Pemilu 2024 . Https://Www.Kompas.Id/Baca/Nusantara/2024/05/02/ Penyebaran-Berita-Hoaks-Meningkat-Selama-Masa-Pemilu-2024 .
Gama, B., & Kusumawati, H. (2020). Pelatihan Jurnalistik di SMA Negeri Gondangrejo Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Warta LPM, 24(1), 28–37.
Gillmor, D. (2006). We The Media Grassroot Journalisme from people to people. O’Reilly Media.
Gradoń, K. T., Hołyst, J. A., Moy, W. R., Sienkiewicz, J., & Suchecki, K. (2021). Countering misinformation: A multidisciplinary approach. Big Data and Society, 8(1). https://doi.org/10.1177/20539517211013848
Harsono, A. (2010). Agama Saya Adalah Jurnalisme. Penerbit Kanisius.
Iskandar, D., Suryawati, I., & Liliyana. (2022). Jurnalisme Dasar: Panduan Teori dan Praktik Jurnalisme di Era Perubahan. Rajawali Pers.
Komdigi. (2024). Siaran Pers No. 02/HM/KOMINFO/01/2024 tentang Hingga Akhir Tahun 2023, Kominfo Tangani 12.547 Isu Hoaks. Https://Www.Komdigi.Go.Id/Berita/Pengumuman/Detail/Siaran-Pers-No-02-Hm-Kominfo-01-2024-Tentang-Hingga-Akhir-Tahun-2023-Kominfo-Tangani-12-547-Isu-Hoaks.
Kompas. (2011). Hari Blogger Nasional, Sejarah dan Perkembangannya. Https://Www.Kompas.Com/News/Read/2011/10/27/18033547/Hari.Blogger.Nasional.
Kovach, B., & Rosenstiel, T. (2014). The Elements of Journalism: What Newspeople Should Know and the Public Should Expect. Three Rivers Press.
Kusumaningrat, H., & Kusumaningrat, P. (2017). Jurnalistik: Teori & Praktik. Rosda.
Muhammad, N. (2024). Ada 12.547 Konten Hoaks Selama 5 Tahun Terakhir, Terbanyak Isu Kesehatan. Https://Databoks.Katadata.Co.Id/ Datapublish/2024/01/05/Ada-12547-Konten-Hoaks-Selama-5-Tahun-Terakhir- Terbanyak-Isu-Kesehatan .
Musman, A., & Mulyadi, P. (2021). Dasar-dasar Jurnalistik. KOMUNIKA.
Nuris, D. M., Suparti, & Sulastri. (2018). Pelatihan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berbasis Tik Bagi Guru Akuntansi SMK. Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 256–260.
Posetti, J., Ireton, C., Wardle, C., Derakhshan, H., Matthews, A., Fadil, M. A., Trewinnard, T., Bell, F., & Mantzarlis, A. (2019). Journalism, ’fake news’, & disinformation. UNESCO.
Rustandi, D. (2023). Menyalakan Kebenaran di Ruang Digital. Https://News.Detik.Com/Kolom/d-6574120/Menyalakan-Kebenaran-Di-Ruang- Digital .
Rustandi, D., & Kalaloi, A. F. (2024). Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Etika Digital dalam Pembuatan Konten Digital di Media Sosial. 217–225. https://doi.org/10.35326/pkm.v8i2.4857
Setyowati, E., & Permata, A. (2018). Service Learning: Mengintegrasikan Tujuan Akademik Dan Pendidikan Karakter Peserta Didik Melalui Pengabdian Kepada Masyarakat. Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 143–152.
Siaran Pers. (2025, January 8). Komdigi Identifikasi 1923 Konten Hoaks Sepanjang Tahun 2024. Kementerian Komunikasi Dan Digital. https://www.komdigi.go.id/berita/siaran-pers/detail/komdigi-identifikasi-1923-konten-hoaks-sepanjang-tahun-2024
Singarimbun, M., & Effendi, S. (1995). Metode penelitian survei. LP3ES.
Stengel, R. (2023). TIME’s Choice of ‘You’ for Person of the Year in 2006 Was Mocked, But Now Seems Prescient. Https://Time.Com /6258447/You-Person-of-the-Year-2006-Richard-Stengel/ .
Sugiharto, R. T. (2019). Panduan Menjadi Jurnalis Profesional. Araska Publisher.
Suryawati, I. (2018). Jurnalistik: Suatu Pengantar. Ghalia Indonesia.
Teniwut. (2022). Sejarah Internet Kapan Mulai Masuk Indonesia. Https://Mediaindonesia.Com/Teknologi/531578/Sejarah-Internet-Kapan-Mulai-Masuk-Indonesia .
Toffler, A. (1989). Gelombang Ketiga (1st ed., Vol. 2). Pantja Simpati.
Wibowo, A. (2024). Wawancara tentang Blogging dengan Senior Blogger Bandung.
Yulimarni, Y., Sundari, S., & Ditto, A. (2022). Pelatihan Makrame Dalam Rangka Pemberdayaan Irt Kampung Teleng Kel. Kampung Manggis Kec. Padangpanjang Barat. Jurnal Abdimas Mandiri, 6(1), 26–31.
Zaenuddin, H. M. (2017). The Journalist. Simbiosa Rekatama Media.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dudi Rustandi, Yogie Alwaton

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Satwika: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat allows the author(s) to hold the copyright without restrictions and allows the author(s) to retain publishing rights without restrictions Authors who publish with this journal agree to the following terms:
In developing strategy and setting priorities, SATWIKA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat recognize that free access is better than priced access, libre access is better than free access, and libre under CC-BY-SA or the equivalent is better than libre under more restrictive open licenses. We should achieve what we can when we can. We should not delay achieving free in order to achieve libre, and we should not stop with free when we can achieve libre.
SATWIKA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
You are free to:
- Share — copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
- The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.
Under the following terms:
- Attribution — You must give appropriate credit , provide a link to the license, and indicate if changes were made . You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
No additional restrictions — You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits







