STRATEGI PENERAPAN LTAD DI USIA SEKOLAH DASAR
DOI:
https://doi.org/10.21009/SELEBRASI.031.01Keywords:
LTAD, Sekolah Dasar, Integrasi Sistem PembelajaranAbstract
ABSTRACT. Keterbatasan akses terhadap pelatihan dan pengembangan kapasitas bagi guru olahraga juga menjadi kendala utama dalam penerapan LTAD. Guru-guru olahraga di Kepulauan Seribu masih memiliki keterbatasan dalam hal pengetahuan dan implementasi program LTAD yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Faktor geografis yang membuat akses pelatihan sulit serta minimnya program pembinaan yang berkelanjutan menyebabkan kurangnya pemahaman guru dalam mengadaptasi kurikulum pendidikan jasmani yang sesuai dengan prinsip LTAD. Akibatnya, pembelajaran olahraga di sekolah masih bersifat konvensional dan belum terstruktur untuk mendukung perkembangan jangka panjang anak dalam bidang olahraga. Adapun Tujuan Pelaksanaan Kegiatan PKM ini adalah Meningkatkan kompetensi guru olahraga dalam penerapan model LTAD untuk pengembangan keterampilan dasar siswa; Menyediakan pelatihan dan pendampingan bagi guru olahraga agar lebih inovatif dalam mengelola kegiatan pendidikan jasmani; dan Meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan olahraga dengan metode yang lebih menarik dan berbasis permainan. Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh KKGO Pulau Seribu dalam penerapan Long-Term Athlete Development (LTAD) di usia sekolah dasar, diperlukan serangkaian tahapan yang sistematis dan terstruktur. Metode pelaksanaan program ini mencakup tiga tahap utama, yaitu sosialisasi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program.
KEYWORDS. LTAD ; Sekolah Dasar ; Integrasi Sistem Pembelajaran.
ABSTRACT. Limited access to training and capacity-building programs for physical education teachers has become a major barrier to implementing LTAD (Long-Term Athlete Development). Physical education teachers in the Seribu Islands still face constraints in terms of knowledge and the practical application of LTAD programs appropriate to children’s developmental stages. Geographical challenges that hinder training access, coupled with the lack of continuous professional development programs, have led to insufficient understanding among teachers in adapting physical education curricula aligned with LTAD principles. Consequently, sports instruction in schools remains conventional and lacks a structured framework to support the long-term development of children in sports.
The objectives of this Community Service Program (PKM) are to enhance teachers’ competencies in implementing the LTAD model for fundamental skill development among students; to provide training and mentoring for teachers to become more innovative in managing physical education activities; and to increase student participation in sports through engaging, game-based approaches. To address the challenges faced by the KKGO of the Seribu Islands in implementing LTAD at the elementary school level, a series of systematic and structured stages were carried out. The implementation method of this program includes three main phases: socialization, mentoring and evaluation, and program sustainability.
KEYWORDS: LTAD; Elementary School; Learning System Integration.