Peran sosiologi lingkungan dalam mendorong partisipasi komunitas terhadap perlestarian hutan adat di Tanah Papua
Kata Kunci:
sosiologi lingkungan, hutan adat, partisipasi komunitas, PapuaAbstrak
Hutan adat di Tanah Papua memiliki nilai ekologis, sosial, dan kultural yang sangat penting bagi masyarakat adat sebagai ruang hidup, sumber penghidupan, serta simbol identitas kolektif. Namun, tekanan modernisasi, ekspansi industri, dan lemahnya perlindungan hak wilayah adat telah menimbulkan ancaman serius terhadap keberlanjutan hutan dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bentuk partisipasi komunitas dalam pelestarian hutan adat di Tanah Papua melalui perspektif sosiologi lingkungan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap 14 komunitas peduli lingkungan di Jayapura dan Sentani yang terlibat dalam kegiatan penanaman pohon, pembersihan pantai, dan edukasi iklim. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi lintas komunitas membentuk modal sosial baru berupa solidaritas ekologis, kesadaran kolektif, serta revitalisasi nilai kearifan lokal dalam menjaga hutan adat. Meskipun dihadapkan pada keterbatasan dukungan kebijakan dan tekanan ekonomi, komunitas berhasil menciptakan inovasi sosial melalui aksi kolektif yang menumbuhkan kesadaran lingkungan dan memperkuat posisi masyarakat adat sebagai penjaga alam. Kesimpulannya, sosiologi lingkungan berperan strategis dalam merumuskan solusi sosial-ekologis yang adil dan berkelanjutan melalui pemberdayaan komunitas, pengakuan hukum terhadap wilayah adat, dan pendidikan lingkungan berbasis nilai lokal.
Kata kunci: sosiologi lingkungan, hutan adat, partisipasi komunitas, Papua
