Inovasi Pembelajaran Geografi pada Materi Pola Keruangan Desa untuk Penguatan literasi kebencanaan di SMA Negeri 1 Warungkiara, Kabupaten Sukabumi
Kata Kunci:
inovasi pembelajaran, literasi kebencanaan, pola keruangan desa, WarungkiaraAbstrak
Pembelajaran geografi di tingkat sekolah menengah atas memiliki peran penting dalam membentuk literasi kebencanaan peserta didik, namun pada praktiknya sering kali masih berorientasi pada hafalan konsep dan belum mengaitkan teori dengan kondisi nyata lingkungan sekitar. Permasalahan penelitian ini berfokus pada bagaimana inovasi pembelajaran geografi pada materi pola keruangan desa dapat diintegrasikan dengan konteks kebencanaan untuk meningkatkan kemampuan berpikir spasial dan sikap tanggap bencana siswa. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model pembelajaran kontekstual yang menghubungkan konsep pola keruangan dengan potensi bencana lingkungan di wilayah perkebunan karet, sawit, dan singkong yang menjadi karakteristik utama wilayah Warungkiara, Kabupaten Sukabumi. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui observasi kelas, wawancara guru dan siswa, serta dokumentasi hasil proyek. Data dianalisis secara tematik untuk menemukan keterkaitan antara proses pembelajaran, konteks lingkungan lokal, dan penguatan literasi kebencanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi konteks kebencanaan dalam pembelajaran geografi melalui model berbasis proyek (Project-Based Learning) mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap hubungan antara pola ruang, penggunaan lahan, dan risiko bencana seperti banjir lokal, kekeringan, serta erosi tanah. Selain itu, pemanfaatan teknologi geospasial dan penguatan kearifan lokal melalui kegiatan reflektif membantu siswa membangun kesadaran ekologis dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Implikasinya, pembelajaran geografi yang kontekstual dan berbasis lokal dapat menjadi strategi efektif dalam menumbuhkan karakter peduli bencana serta kesiapsiagaan lingkungan pada peserta didik.
Kata Kunci: inovasi pembelajaran, literasi kebencanaan, pola keruangan desa, Warungkiara.
