Strengthening Civic Resilience through Digital Citizenship Education: A Pancasila-Based Pathway to SDG 4 and 16
Keywords:
Digital citizenship education,, Civic resilience, Pancasila, SDG 4, SDG 16Abstract
Studi ini mengeksplorasi bagaimana pendidikan kewarganegaraan digital dapat memperkuat ketahanan sipil dan partisipasi etis di kalangan siswa Indonesia dalam landasan filosofis Pancasila dan kerangka global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Lembaga yang Kuat). Dengan menggunakan pendekatan tinjauan pustaka sistematis yang dipandu oleh protokol PRISMA 2020, studi ini menganalisis karya empiris dan konseptual yang diterbitkan antara tahun 2015 dan 2025 di seluruh basis data Scopus, Google Scholar, dan SINTA. Dari 310 catatan awal, 75 duplikat dihapus, 235 judul dan abstrak disaring, dan 38 artikel teks lengkap ditinjau, menghasilkan 18 studi yang memenuhi kriteria inklusi. Sintesis tematik mengidentifikasi tiga pola inti: pertama, pendidikan kewarganegaraan digital mendorong kesadaran etis, berpikir kritis, dan partisipasi bertanggung jawab di ruang digital; kedua, ketahanan sipil berkembang melalui integrasi pembelajaran berbasis Pancasila yang menekankan kolaborasi, empati, dan nilai-nilai moral; Ketiga, kendala sistemik masih ada dalam kesiapan guru, infrastruktur teknologi, dan keselarasan kurikulum. Temuan ini menekankan bahwa mengkontekstualisasikan pendidikan kewarganegaraan digital melalui prinsip-prinsip Pancasila dapat memperkuat integritas moral, tanggung jawab sosial, dan keterlibatan demokratis. Studi ini mengusulkan kerangka kerja untuk menanamkan etika digital dan ketahanan sipil ke dalam sistem pendidikan kewarganegaraan Indonesia untuk memajukan pembelajaran inklusif, adil, dan berkelanjutan yang selaras dengan SDGs 4 dan 16.
