Pemanfaatan lahan pekarangan untuk pertanian hidroponik dalam mewujudkan ketahanan pangan masyarakat: Studi kasus Rumah Hidroponik Tanjungpura Berdikari
Keywords:
Hidroponik, Pekarangan rumah tangga, Ketahanan Pangan, Pemberdayaan Masyarakat, urban farmingAbstract
Ketahanan pangan masyarakat di wilayah semi perkotaan menghadapi tantangan akibat keterbatasan lahan produktif dan meningkatnya kebutuhan pangan rumah tangga. Pemanfaatan lahan pekarangan melalui sistem hidroponik menjadi alternatif inovatif untuk meningkatkan ketersediaan pangan lokal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kondisi pemanfaatan pekarangan rumah tangga dengan sistem hidroponik, menganalisis kontribusinya terhadap ketahanan pangan masyarakat, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat penerapannya di Rumah Hidroponik Tanjungpura Berdikari, Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam dengan pengelola dan studi pustaka dari berbagai sumber ilmiah terkait hidroponik dan urban farming. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem Deep Flow Technique (DFT) meningkatkan efisiensi lahan, menghemat udara, dan menghasilkan sayuran segar untuk konsumsi rumah tangga. Kegiatan hidroponik juga berdampak pada peningkatan pendapatan, penyerapan tenaga kerja, serta memperkuat solidaritas sosial masyarakat. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan keterampilan teknis, biaya awal instalasi, dan ketergantungan listrik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hidroponik pekarangan tidak hanya berfungsi sebagai inovasi pertanian yang efisien, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan sosial dan edukasi lingkungan yang berpotensi memperkuat ketahanan pangan lokal secara berkelanjutan.
Kata Kunci: hidroponik, pekarangan rumah tangga, ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, urban farming
