Analisis potensi sejarah lokal Kerinci sebagai sumber belajar untuk pendidikan multikultural
Kata Kunci:
Sejarah lokal Kerinci, Pendidikan Multikultural, Pembelajaran sejarahAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi sejarah lokal Kerinci sebagai sumber belajar untuk pendidikan multikultural. Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa pembelajaran sejarah di sekolah masih cenderung berfokus pada narasi nasional dan kurang memanfaatkan kekayaan sejarah lokal yang sarat nilai toleransi, solidaritas, dan kemanusiaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) dengan sumber data berupa buku, jurnal ilmiah, dan artikel yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi berdasarkan teori pendidikan multikultural James A. Banks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah lokal Kerinci mengandung nilai-nilai multikultural yang kuat dalam berbagai aspeknya, seperti sejarah perjuangan rakyat Kerinci melawan kolonial Belanda yang mencerminkan persatuan dan keadilan sosial, sistem pemerintahan adat Mendapo yang menonjolkan demokrasi lokal dan musyawarah, tradisi Kenduri Sko yang melambangkan kebersamaan dan gotong royong, sastra lisan Kerinci yang menanamkan nilai empati dan kemanusiaan, serta falsafah adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah yang memperlihatkan harmoni antara adat dan agama. Semua unsur tersebut menunjukkan bahwa sejarah lokal Kerinci memiliki potensi besar untuk dijadikan sumber pembelajaran yang kontekstual dan relevan dalam menumbuhkan kesadaran multikultural peserta didik. Dengan demikian, integrasi nilai-nilai lokal ini dalam pembelajaran sejarah dapat memperkuat karakter kebangsaan yang toleran, inklusif, dan berkeadaban
