Pemanfaatan Hutan Pinus Sebagai Objek Wisata di Desa Karanggedang Kecamatan Sidareja Kabupaten Cilacap
Kata Kunci:
pariwisata, hutan pinus, wisata alamAbstrak
Penelitian ini membahas pemanfaatan hutan pinus sebagai objek wisata di Desa Karanggedang, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, yang memiliki karakteristik wilayah dataran tinggi dengan potensi alam yang masih terjaga. Hutan pinus di desa ini berkembang secara alami dan telah dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan wisata, khususnya melalui dua destinasi utama yaitu Kemit Forest Education dan Forest Coffee. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pemanfaatan hutan pinus sebagai objek wisata serta bagaimana masyarakat mengelola kawasan tersebut dalam konteks ekowisata. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur, serta dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan pinus memiliki daya tarik tinggi karena kondisi vegetasi yang rapat, suhu sejuk, dan panorama wilayah dataran rendah. Kemit Forest Education berkembang sebagai wisata edukasi dengan fokus konservasi dan rekreasi alam, sedangkan Forest Coffee menawarkan pengalaman kuliner bernuansa hutan pinus yang saat ini menjadi tujuan populer wisatawan. Namun, pengelolaan wisata menghadapi tantangan seperti penurunan kunjungan pascapandemi dan potensi kerusakan lingkungan akibat meningkatnya wisatawan. Secara keseluruhan, pemanfaatan hutan pinus di Desa Karanggedang menunjukkan bahwa kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan pengelola wisata berperan penting dalam menjaga keberlanjutan fungsi ekologis dan ekonomi kawasan.
