Analisis Perubahan Kepadatan Penduduk di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara Periode Tahun 2010, 2015 dan 2020
Kata Kunci:
Kepadatan Penduduk, Kecamatan Penjaringan, Time Series.Abstrak
Kecamatan Penjaringan merupakan wilayah dengan pertumbuhan penduduk yang cepat seiring dengan dinamika perkembangan kawasan perkotaan di Jakarta Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kepadatan penduduk di Kecamatan Penjaringan pada periode tahun 2010, 2015, dan 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kota Administrasi Jakarta Utara, hasil penelitian terdahulu, serta literatur jurnal yang relevan. Metode analisis yang diterapkan adalah analisis time series yang bertujuan untuk mengetahui dinamika kepadatan penduduk selama tiga periode dalam rentang waktu lima tahunan. Output yang dihasilkan dari analisis ini berupa peta time series kepadatan penduduk yang mampu menggambarkan pola perubahan secara spasial dan temporal di setiap kelurahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kelurahan di Kecamatan Penjaringan mengalami peningkatan kepadatan penduduk secara bertahap pada setiap periode pengamatan. Kelurahan Kamal Muara secara konsisten menjadi wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk terendah, sedangkan Kelurahan Penjaringan dan Pejagalan menunjukkan tingkat kepadatan penduduk tertinggi. Perubahan kepadatan penduduk tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain dinamika urbanisasi, arus migrasi penduduk, serta perkembangan sektor industri dan kegiatan ekonomi di kawasan pesisir Jakarta Utara. Peningkatan kepadatan penduduk di Kecamatan Penjaringan menimbulkan berbagai dampak, seperti menurunnya kualitas hidup masyarakat, keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar, serta meningkatnya tekanan terhadap lingkungan perkotaan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian dan perencanaan kependudukan yang terintegrasi guna menjaga keseimbangan antara jumlah penduduk, ketersediaan sumber daya, serta penyediaan fasilitas dan infrastruktur perkotaan yang berkelanjutan.
