Makna Kekerasan Komunikasi Keluarga Bagi Remaja
Abstrak
Kekerasan komunikasi keluarga terhadap remaja sering terjadi dalam rumah tangga di Indonesa, dimana anggota keluargayang lebih tua usianya melakukan tindakan penghinaan verbal dan intimidasi verbal kepada anggota keluarga yang usianya lebih muda. Anggota keluarga tersebut tidak menyadari bawah telah terjadi kekerasan komunkasi karena adanya pengaruhbudaya patriaki, dimana anggota keluarga menggangap hal itu biasa karena adanya tuntutan untuk menghormati semua tindakan dan ucapan anggota keluarga yang lebih tua. Namun dengan adanya mediia sosial, anggota keluarga berusia remajaini menyadari bahwa komunikasi yang terjadi dalam keluarga mereka adalah bentuk kekerasan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana remaja menafsirkan kekerasan komunikasi dalam rumah tangga dan pengaruh media sosial terhadap pemahaman mereka tentang fenomena ini. Masalah penelitian berfokus pada bagaimana remaja menafsirkan kekerasan komunikasi mereka. Pendekatan fenomenologis digunakan, melibatkan empat remaja berusia 17-25 tahun sebagai informan. Temuan menunjukkan bahwa remaja menafsirkan kekerasan komunikasi sebagai tindakan verbal yang merendahkan, mengendalikan, dan menyebabkan kerusakan emosional. Selain itu, media sosial dianggap sebagai saluranyang dapat mengintensifkan atau mengurangi dampak kekerasan komunikasi dalam rumah tangga. Studi ini menyimpulkan dengan perlunya pendidikan dan memberdayakan remaja untuk mengenali dan melawan kekerasan komunikasi baik dalam konteks dunia nyata maupun digital.
