ANALISIS FUNGSI HAMBATAN PERJALANAN BERBASIS KARAKTERISTIK SOSIO-EKONOMI PELAKU PERJALANAN
DOI:
https://doi.org/10.21009/sinergi.v1i1.61355Keywords:
Fungsi hambatan perjalanan, distribusi perjalanan, perilaku perjalanan, sosio-ekonomiAbstract
Bentuk fungsi hambatan perjalanan yang mewakili kondisi riil perlu dirumuskan dengan benar sehingga bisa digunakan untuk kalibrasi matriks asal-tujuan (MAT) perjalanan dengan akurat. Berdasarkan studi literatur, kebanyakan peneliti menggunakan karakteristik perjalanan sebagai variabel bebas dari fungsi hambatan. Sedangkan variabel sosio-ekonomi pelaku perjalanan masih jarang digunakan. Oleh karena itu, tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh karakteristik perjalanan dan sosio-ekonomi pelaku perjalanan terhadap fungsi hambatan perjalanan. Fungsi hambatan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu : pangkat, eksponensial, Tanner, dan Gamma. Variabel terikat adalah jumlah perjalanan sedangkan variabel bebas yang digunakan adalah : jenis moda, interval jarak, umur, jumlah pendapatan, jumlah anggota keluarga dan maksud perjalanan. Pengumpulan data menggunakan survei home interview. Sedangkan analisis data menggunakan regresi non linier untuk menemukan bentuk fungsi terbaik berdasar nilai koefisien determinasi (R2). Hasil analisis menunjukkan bahwa karakteristik sosio-ekonomi mempengaruhi bentuk fungsi dan nilai-nilai parameter statistik dari fungsi hambatan (nilai koefisien determinasi dan koefisien persamaan). Sedangkan karakteristik perjalanan, yaitu interval jarak, lebih mempunyai pengaruh terhadap karakteristik fungsi dibandingkan dengan karakteristik sosio-ekonomi pelaku perjalanan itu sendiri. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa jenis fungsi Gamma lebih bisa menjelaskan perilaku perjalanan berdasarkan interval jarak. Sedangkan fungsi pangkat dan eksponensial lebih sesuai untuk perilaku perjalanan berdasarkan karakteristik sosio-ekonomi. Penelitian ini mempunyai kelemahan utama yaitu lingkup penelitian hanya mempertimbangkan asal tujuan ke 6 zona kelurahan tanpa mempertimbangkan asal dan tujuan lain di luar 6 kelurahan tersebut. Hal ini berdampak kepada jarak perjalanan yang relatif pendek yang mempunyai konsekuensi tidak bisa mengakomodasi analisis multimoda. Penelitian lanjutan perlu dilakukan pada lingkup wilayah perjalanan yang lebih besar sedemikian sehingga bisa mengakomodasi banyak moda perjalanan dengan berbagai variabel karakteristik perjalanan, sosial, ekonomi, maupun demografi.
