EFISIENSI SELF-HEALING MORTAR DENGAN ABU CANGKANG KERANG LOKAN DAN SILICA FUME TERHADAP PAPARAN ASAM SULFAT

Authors

  • Veronika Hidayatun Universitas Riau
  • Monita Olivia Universitas Riau
  • Gunawan Wibisono Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.21009/sinergi.v1i1.61383

Keywords:

Mortar, efisiensi self-healing, kuat tekan, abu cangkang kerang lokan, silica fume, asam sulfat

Abstract

Lingkungan asam seperti saluran drainase dan instalasi pengolahan air limbah terbentuk dari oksidasi gas H₂S menjadi asam sulfat (H₂SO₄), bereaksi dengan kalsium hidroksida (CH) membentuk gipsum dan etringit. Reaksi ini menyebabkan ekspansi, retak, dan dekalsifikasi C–S–H sehingga menurunkan durabilitas mortar. Teknologi self-healing menawarkan perbaikan retak secara mandiri sehingga mengurangi biaya pemeliharaan. Abu cangkang kerang lokan diperoleh dari limbah cangkang kerang lokan (Polymesoda expansa) yang dikalsinasi menghasilkan  kalsium oksida (CaO). Kandungan CaO terbukti dapat meningkatkan mekanisme self healing seperti pada limestone. Silica fume berperan memperhalus pori dan meningkatkan densitas matriks sehingga keduanya dapat memperkuat mekanisme self-healing. Penelitian ini menguji kemampuan penutupan retak mortar dalam larutan H₂SO₄ pH 4 pada mortar kontrol (PCC) dan mortar dengan kombinasi 5% abu cangkang kerang lokan serta 10% silica fume (PCC-5CSA-10SF) terhadap berat semen. Benda uji direndam 28 hari, diberi retak terkontrol 0,1–0,3 mm, lalu direndam statis dalam larutan H₂SO₄ PH 4 selama 0, 7, dan 28 hari. Hasil menunjukkan bahwa mortar PCC-5SS-10SF memiliki efisiensi self-healing jauh lebih tinggi dibanding mortar kontrol. Mortar PCC hanya mencapai penutupan retak sebesar 4 % pada umur 7 hari dan 11 % pada umur 28 hari, sedangkan mortar PCC-5SS-10SF mencapai 69 % pada umur 7 hari dan meningkat hingga 91% pada umur 28 hari. Sedangkan, penurunan kuat tekan pada PCC-5CSA-10SF hanya 3% pada 28 hari, jauh lebih kecil dibanding PCC yang mencapai 7%, hal  ini menunjukkan adanya kontribusi ganda: CaO dari abu cangkang kerang menghasilkan endapan kalsium karbonat yang mengisi retak, sementara silica fume meningkatkan densitas mikrostruktur melalui pembentukan C–S–H sekunder, sehingga menghambat penetrasi asam dan menjaga stabilitas produk hidrasi. Dengan demikian, kombinasi keduanya tidak hanya mempercepat penutupan retak, tetapi juga meningkatkan ketahanan terhadap serangan asam.

Downloads

Published

2025-10-27