EMISI GAS RUMAH KACA DARI SEKTOR TRANSPORTASI DAN KAPASITAS PENYERAPAN KARBON RUANG TERBUKA HIJAU DI KECAMATAN BUAHBATU KOTA BANDUNG

Authors

  • Avrilla Rosnie Universitas Kebangsaan Republik Indonesia
  • Erika Herliana Universitas Kebangsaan Republik Indonesia
  • Tri Mulyani Universitas Kebangsaan Republik Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.21009/sinergi.v2i1.67653

Keywords:

Gas rumah kaca, transportasi darat, ruang terbuka hijau, Bandung

Abstract

Kecamatan Buahbatu di Kota Bandung mengalami peningkatan aktivitas transportasi darat yang berdampak signifikan terhadap emisi gas rumah kaca (GRK). Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor memperbesar akumulasi emisi pencemar udara yang berpotensi menurunkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis emisi GRK dari sektor transportasi serta membandingkannya dengan kapasitas penyerapan karbon dari ruang terbuka hijau (RTH) di Kecamatan Buahbatu. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif dengan inventarisasi emisi berbasis bottom-up sesuai pedoman IPCC (2006). Data aktivitas lalu lintas dikombinasikan dengan faktor emisi untuk menghitung total beban pencemar. Kapasitas penyerapan  karbon dihitung melalui inventarisasi vegetasi RTH berdasarkan luas, jumlah pohon, jenis vegetasi serta laju sekuestrasi karbon tahunan. Hasil penelitian menunjukkan emisi GRK mencapai 47.679,45404 tonCO2eq/tahun sedangkan daya serap RTH sebanyak 2.317,60518 tonCO2eq/tahun, hanya mampu menyerap 4,86% emisi yang dihasilkan. Temuan ini mengindikasikan bahwa ketersediaan RTH di Kecamatan Buahbatu belum mampu menyeimbangkan emisi transportasi yang ada. Oleh karena itu, strategi mitigasi diperlukan melalui penambahan luasan RTH, optimalisasi pengelolaan vegetasi, serta dan pengendalian pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor untuk mendukung pengurangan emisi GRK di tingkat lokal.

Downloads

Published

2026-05-04