KONTRIBUSI KONSEP DIRI DAN KEMATANGAN EMOSI TERHADAP PENYESUAIAN DIRI SISWA DAN IMPLIKASINYA DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING

  • Marimbuni Marimbuni Universitas Negeri Padang
  • Syahniar Syahniar Universitas Negeri Padang
  • Riska Ahmad Universitas Negeri Padang
Keywords: Konsep Diri, Kematangan Emosi, Penyesuaian Diri

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat kemampuan siswa untuk berpidato di sekolah. Konsep diri dan kematangan emosi adalah dua faktor penting dalam penyesuaian diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) konsep diri, 2) kematangan emosi, dan 3) penyesuaian diri serta penyesuaian diri, 5) kontribusi kematangan emosi terhadap penyesuaian diri, dan 6) kontribusi dari Baik konsep diri dan kematangan emosi terhadap penyesuaian diri. Penelitian yang digunakan adalah 148 siswa SMP Pesantren Modern Terpadu (PMT) Prof. Dr. Hamka. 100 di antaranya dipilih sebagai sampel penelitian dengan menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah model Skala Likert. Hasil uji validitas instrumen konsep sendiri adalah 0,475. Sementara itu, hasil uji validitas instrumen kematangan emosi adalah 0,517 dan hasil uji validitas instrumen penyesuaian diri adalah 0,533. Hasil uji reliabilitas instrumen konsep diri adalah 0,834 dan hasil uji reliabilitas instrumen kematangan emosi adalah 0,858, Akhirnya, hasil uji reliabilitas instrumen penyesuaian diri adalah 0,852. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif, regresi sederhana, dan regresi berganda. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: 1) konsep diri diri adalah dalam kategori positif, 2) kontribusi konsep diri terhadap penyesuaian diri sekitar 26,5%, 5) distribusi kematangan emosional terhadap penyesuaian diri sekitar 25, 2%, dan 6) kontribusi dari kedua self-consept dan kematangan emosional terhadap self self adjesment sekitar 35,2%. Implikasi dari penelitian ini dapat digunakan sebagai program bimbingan akhir bimbingan di SMP Pesantren Modern Terpadu (PMT) Prof. Dr. Hamka.

References

Ali, M., & Asrori, M. (2006). Psikologi Remaja: Perkembangan peserta didik. Jakarta: Bumi Aksara.
Fatimah, E. (2010). Psikologi Perkembangan. Bandung: Pustaka Setia.
Febrianti. (2011).ā€¯Penyesuaian Diri Siswa terhadap Program Pembelajaran di Sekolah dan Peran Guru Pembimbing (Studi pada SMPN Kota Padang) (Tesis tidak diterbitkan). Universitas Negeri Padang, Padang.
Hasan, M. I. (2010). Pokok-pokok Materi Statistik 2: Statistik inferensi. Jakarta: Bumi Aksara.
Hanuji, I. (2011). Hubungan Persepsi Siswa tentang Penerapan High-Touch oleh Wali Kamar dengan Penyesuaian Diri Siswa di Asrama serta Implikasinya dalam Bimbingan dan Konseling di SMP Pesantren Modern Terpadu Prof. Dr. Hamka Kabupaten Padang Pariaman (Tesis tidak diterbitkan). Universitas Negeri Padang, Padang.
Hurlock, E. B. (1976). Psikologi Perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Jakarta: Erlangga.
Schneiders, A. (1964). Personal Adjustment and Mental Health. New York: Hoolt, Rinehart and Winston.
Sugeng, H. (2003). Perkembangan Peserta Didik. Semarang: IKIP Press.
Susilowati, E. (2013). Kematangan emosi dengan penyesuaian sosial pada siswa akselerasi tingkat SMP. Jurnal Online Psikologi, 1(2), 101-113.
Willis, S. (2005). Konseling Keluarga. Bandung: Alfabeta.
Yanizon, A. (2012). Peningkatan Penyesuaian Sosial Siswa melalui Layanan Bimbingan Kelompok (Studi Eksperimen di Madrasah Aliyah Negeri 1 Curup) (Tesis tidak diterbitkan). Universitas Negeri Padang, Padang.
Yengimolki, S. (2015). Self-Concept, Social Adjustment and Academic Achievement of Persian Students. International Review of Social Sciences and Humanities, 8(2), 50-60..
Yuniar, M., Abidin, Z., & Astuti, T.P. (2005). Penyesuaian diri santri putri terhadap kehidupan pesantren: studi kualitatif pada Madrasah Takhasusiah Pondok Pesantren Modern Islam Assalam Surakarta. Jurnal Psikologi Indonesia, 2(1), 141-150.
Yusuf, A. M. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan. Padang: UNP Press.
Published
2017-12-31