Etos Kerja dalam Islam

  • Sari Narulita Universitas Negeri Jakarta
Keywords: Etos Kerja, Evolusi Industri, Islam

Abstract

Selama ribuan tahun lamanya, manusia zaman purba berburu untuk sekedar mencari makan. Mereka tidak mengetahui bahwa apa yang mereka lakukan adalah satu aktivitas kerja. Perkembangan zaman pun lalu mengantarkan manusia pada revolusi pertanian. Manusia melakukan segala hal dengan konsep yang mulai terorganisir, walau masih dilakukan secara manual. Sejarah mencatat bagaimana para pekerja dapat dengan baik menyelesaikan pembangunan piramida di Mesir, walau dengan alat yang terbatas. Hal ini menunjukkan adanya kerja kolektif yang mulai terarah. Namun demikian, Hill (1996) mengungkapkan bahwa kerja dalam banyak pandangan sejarah kuno masih dianggap sebagai suatu hal yang sangat keras dan tidak dihargai. Aktivitas kerja seolah hanya diperuntukkan untuk para budak

Secara teoritis, Kaum  Muslimin mempunyai etos kerja yang demikian kuat dan mendasar, karena ia bermuara pada iman. Banyak teks-teks agama baik itu berupa ayat maupun hadits yang mendorong kaum muslim untuk bisa memiliki etos kerja yang optimal; namun faktanya, kaum muslim seolah lupa dengan ajaran yang ada hingga akhirnya kaum muslim seolah melakukan sesuatu hanya apa adanya. Dengan makalah sederhana ini, diharapkan kaum muslimin kembali tersadar untuk kembali meningkatkan etos kerja dalam dirinya hingga mampu memperbaiki kehidupannya dan kehidupan masyarakat dan bangsanya.

Published
2008-01-01
How to Cite
Narulita, S. (2008). Etos Kerja dalam Islam. Jurnal Studi Al-Qur’an, 4(1), 46 - 60. Retrieved from http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/jsq/article/view/2411

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>