Reorientasi Nilai Sufisme Individual-Transedental Dalam Naskah at Tuhfah al Mursalah Menuju Sosio-Empirik

  • Ihsan Sa'dudin Universitas Jenderal Soedirman

Abstract

Abstract

The manuscript at-Tuhfah al-Mursalah as a track record of the past is full of virtues. Seeking virtue means preparing yourself through the purification process. Sufism, as a purification step to reach the Most Holy One. The spiritual experience gained by Salik when meeting and union with God (individual-transcendental values) should be felt also by others. The transmission of spiritual experience is implemented in empirical life (socio-empirical values) as a form of practicing and teaching the teachings of a loving Islam, so that the concept of rahmatan lil 'alamin can be felt by all creatures. The process of attaining the maqam requires clarity of heart; peace of mind, mind and environment; as well as sincerity amaliyah. Awareness to negate the existence of self (‘alam nasut) and purify the existence of divinity (‘alam lahut) in self as a form of preparation to accept the holiness of the Khaliq. It is this doctrine of purity that should be practiced and spread by the salik and perceived by all beings to create goodness in the universe.Goodness that does not look to ethnic, religious, ethnic, and state boundaries.Universal goodness as the real essence of Islam rahmatan lil a'lamin 

Keywords: Sufism,Manuscript, Individual-transcendental values,Socio-empirical           

Abstrak

Naskah at-Tuhfah al-Mursalah sebagai rekam jejak masa lalu yang sarat akan nilai kebajikan. Mencari kabajikan berarti menyiapkan diri melalui proses penyucian. Tasawuf, sebagai langkah menyucikan diri untuk mencapai Sang Maha Suci. Pengalaman spiritual yang didapatkan oleh salik ketika berjumpa dan bersatu diri dengan Tuhan (nilai-nilai individual-transedental) hendaknya dirasakan juga oleh yang lain. Penularan pengalaman spiritual diimplementasikan dalam kehidupan empirik (nilai-nilai sosio-empirik) sebagai bentuk pengamalan dan pengajaran ajaran islam yang penuh cinta kasih, sehingga konsep rahmatan lil ’alamin dapat dirasakan oleh segenap makhluk. Proses untuk mencapai maqam tersebut membutuhkan kejernihan hati; ketenangan jiwa, pikiran, dan lingkungan; serta kesungguhan amaliyah. Kesadaran untuk menegasikan eksistensi diri (alam nasut) dan menyucikan eksistensi ketuhanan (alam lahut) dalam diri sebagai bentuk persiapan menerima kesucian Sang Khaliq. Ajaran kesucian ini lah yang hendaknya diamalkan dan ditebarkan oleh salik serta dirasakan oleh seluruh makhluk sehingga tercipta kebaikan di semesta alam. Kebaikan yang tidak memandang suku, agama, etnis, dan batas negara. Kebaikan universal sebagai hakikat nyata Islam rahmatan lil a’lamin.

Kata kunci: Sufisme, Naskah, Nilai Individual-transedental, Nilai sosio-empirik

 

 

References

A Amatullah. 1996. Khazanah Istilah Sufi: Kunci Memasuki Dunia Tasawuf. Cet. I. Bandung: Mizan.
Ali el-Qum, Mukti. 2011. Spirit Islam Sufistik Tasawf Sebagai Instrumen Pembacaan Terhadap Islam. Bekasi: Pustaka Isfahan.
Asmaran. 1994. Pengantar Studi Tasawuf. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Baried, Siti Baroroh. 1985. Pengantar Teori Filologi. Yogyakarta: Badan Penelitian dan Publikasi, Seksi Filologi, Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada.
Basuni, Ibrahim. 1919. Nasy’ah al- Tasawuf al- Islami. Mesir: Dar al- Ma’arif,
Daulay, Saleh Partaonan. 2011. Taj ‘al-Salaam Karya Bukhari Al- Jauhar Sebuah Kajian Filologi dan Refleksi Filosofis. Jakarta: Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Badan Litbang dan Diklat.
Fathurahman, Oman. 2012. Ithaaf Al-Dhaaki Tafsir Wahdatul Wujud bagi Muslim Nusantara. Bandung: Mizan.
Hajjaj, Muhammad Fauqi. 2011. At-Tasawwuf Al-Islaami wal akhlaq. terj. Kamran As’at Irsyady dan Fakhri Ghazali. Jakarta: Amzah.
Khoiri, Alwan. 2014. Integrasi Pengamalan Syari’ah dan Tasawuf. Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga.
Lubis, Nabilah. 1996. Naskah, Teks, dan Metode Penelitian Filologi. Jakarta: Forum Kajian Bahasa & Sastra Arab.
M. Abdillah, Ali. 2011. Tasawuf Kontemporer Nusantara Integrasi Tasawuf Ibn Arabi dan Al-Ghazali: Ajaran Tasawuf Syekh Hizboel Wathony Mursyid Tarekat Khalwatiyah Akmaliyah. Jakarta: Ina Publikatama.
Masrukhin, Muhammad Yunus. 2015. Biografi Ibn Arabi Perjalanan Spiritual Mencari Tuhan bersama Para Sufi. Depok: Keira Publishing.
Masyharuddin. 2007. Pemberontakan Tasawuf Kritik Ibn Taimiyah Atas Rancang Bangun Tasawuf. P Books: Surabaya.
Partanto Pius A. dan M. Dahlan A.. Tanpa tahun. Kamus Ilmiah Populer. Surabaya: Arkola.
Rahman, Dadang Abdu. 2003. Pengantar Metode Penelitian. Yogyakarta: Kurnia Kalam Semesta.
Ratna, Nyoman Kutha. 2004. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rusli, Ris’an. 2013. Tasawuf dan Tarekat Studi Pemikiran dan Pengalaman Sufi. Jakarta: Rajawali Press. Basuni, Ibrahim. 1919. Nasy’ah al- Tasawuf al-Islami. Mesir: Dar al- Ma’arif.
Sangidu. 2003. Wachdatul Wujud Polemik Pemikiran Sufistik Hamzah Fanshuri dan Syamsuddin as-Samatrani dengan Nuruddin ar-Raniri. Yogyakarta: Gama Media.
Sheikh, M. Saeed. 2016. Rekonstruksi Pemikiran Religius dalam Islam. Bandung: Mizan.
Tahzeh, Ahmad. 2009. Pengantar Metode Penelitian. Yogyakarta: Teras.
Wijaya, Aksin. dan Abu Bakar Yamani. 2012. Jejak Pemikiran Sufisme Indonesia Konsep Wujud dalam Tasawuf Shekh Yusuf al-Makassari. Yogyakarta: Pustaka Ilmu.
Zahri, Mustafa. 1995. Kunci Memahami Ilmu Tasawuf. Surabaya: Bina Ilmu.
Published
2018-07-30
How to Cite
Sa’dudin, I. (2018, July 30). Reorientasi Nilai Sufisme Individual-Transedental Dalam Naskah at Tuhfah al Mursalah Menuju Sosio-Empirik. Jurnal Studi Al-Qur’an, 14(2), 123 - 126. https://doi.org/https://doi.org/10.21009/JSQ.014.2.02