Analisis Struktural dalam Novel Remaja die Ilse ist weg Karya Christine Nӧstlinger
Keywords:
analisis struktural, novel remaja, die Ilse ist weg, Christine Nostlinger, sastra JermanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur intrinsik yang meliputi die Handlung/alur, Figuren/tokoh, der Raum/latar tempat, dan die Zeit/latar waktu, serta keterkaitan antar unsur-unsur tersebut dalam membangun kesatuan cerita pada novel die Ilse ist weg karya Christine Nöstlinger. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik studi pustaka. Teori analisis struktural yang dijadikan acuan dalam mendeskripsikan unsur-unsur intrinsik adalah teori yang dikemukakan oleh Reinhard Marquaß dalam buku Duden: Prosatexte Analysieren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 56 data berupa kalimat dialog antar tokoh dan monolog yang merujuk pada unsur die Handlung/alur, Figuren/tokoh, der Raum/latar tempat, dan die Zeit/latar waktu dalam novel die Ilse ist weg. Berdasarkan hasil analisis struktural, dapat disimpulkan bahwa keempat unsur intrinsik tersebut tidak hanya dideskripsikan secara detail, tetapi juga saling mendukung dan saling terkait dalam membangun kesatuan cerita. Die Handlung/alur menjadi wadah bagi tokoh dalam melakukan tindakan dan mengalami berbagai peristiwa. Figuren/tokoh berperan sebagai penggerak jalannya alur cerita, yang karakter serta hubungan antar tokohnya dapat diketahui selama cerita berlangsung. Der Raum/latar tempat berfungsi sebagai pendukung terjadinya peristiwa, penggambaran suasana hati tokoh, serta penegasan makna cerita secara simbolis. Sementara itu, die Zeit/latar waktu memberikan gambaran fase kehidupan tokoh serta rincian waktu yang penting dalam cerita. Dalam konteks pembelajaran literatur, analisis struktural dapat digunakan sebagai kajian unsur intrinsik karya sastra agar mahasiswa dapat memahami karya sastra secara utuh. Selain itu, novel ini disajikan dengan bahasa yang ringan dan alur yang mudah dipahami sehingga cocok dipelajari oleh pembelajar bahasa Jerman
References
Al-Ma’ruf, A. I., & Nugrahani, F. (2017). Pengkajian sastra. CV. Djiwa Amarta.
Bertschi-Kaufmann, A., & Kappeler, S. (2009). Vorlesen und Erzählen für Kinder – in soziokultureller, familialer und medialer Sicht: Kommentare zu zwei Bänden, die das Aufwachsen und Lernen von Kindern im Umgang mit „alten“ und „neuen“ Medien erhellen. Didaktik Deutsch, (27).
Burdorf, D., Fasbender, C., & Moennighoff, B. (2007). Metzler Lexikon Literatur. J. B. Metzler.
Ehmig, S. C. (2013). Vorlesen im Kinderalltag: Bedeutung des Vorlesens für die Entwicklung von Kindern und Jugendlichen und Vorlesepraxis in den Familien.
Kümmerling-Meibauer, B. (2012). Kinder- und Jugendliteratur. WBG.
Marquaß, R. (2006). Prosatexte analysieren. Duden Verlag.
Martínez, M. (Ed.). (2011). Handbuch Erzählliteratur: Theorie, Analyse, Geschichte. Springer.
Nurgiyantoro, B. (2018). Teori pengkajian fiksi. Gadjah Mada University Press.
Schnell, R. (2019). Die Literatur der Bundesrepublik: Der Literaturbetrieb. In Deutsche Literaturgeschichte: Von den Anfängen bis zur Gegenwart (pp. 585–668). J. B. Metzler.
Weinkauff, G., & von Glasenapp, G. (2017). Kinder- und Jugendliteratur (Vol. 1). UTB.



