Penggunaan Jugendsprache dalam Media Audiovisual: Analisis Serial Jerman How To Sell Drugs Online (Fast) Musim 1

Authors

  • Rr. Kurniasih Ratri Handayani Universitas Negeri Jakarta, Indonesia
  • Annisa Nahdah Universitas Negeri Jakarta
  • Uryadi Uryadi Universitas Negeri Jakarta, Indonesia

Keywords:

Ciri-ciri Jugendsprache, teori Ehmann, serial, bahasa remaja, sosiolinguistik

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ciri-ciri Jugendsprache dalam serial berbahasa Jerman How To Sell Drugs Online (Fast) Musim 1. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa dialog dalam serial tersebut. Data yang dianalisis meliputi kata, frasa dan kalimat yang mencerminkan karakteristik Jugendsprache. Analisis dilakukan berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Ehmann, yang mengidentifikasi dua belas ciri khas Jugendsprache dalam penggunaan bahasa remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 49 data yang memuat ciri-ciri Jugendsprache. Dari dua belas ciri yang dikemukakan Ehmann, lima di antaranya ditemukan dalam data, yaitu fremdsprachliche Anleihen, Vereinfachungen, Bedeutungserweiterungen, Bedeutungsverschiebungen atau Bedeutungsveränderungen, dan Superlativierungen. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa para tokoh remaja dalam serial ini menunjukkan kecenderungan untuk menggunakan campuran bahasa Jerman dan Inggris (fremdsprachliche Anleihen). Selain itu, mereka juga cenderung menyederhanakan kata atau frasa (Vereinfachungen), memperluas makna kata (Bedeutungserweiterungen), serta menggunakan istilah dengan makna yang telah bergeser atau berubah (Bedeutungsverschiebungen atau Bedeutungsveränderungen). Di samping itu, mereka juga sering menambahkan kata penekanan seperti ‘super’ atau ‘mega’ (Superlativierungen). Adapun tujuh ciri lainnya tidak ditemukan, yaitu Bedeutungsverengungen (penyempitan makna), Bedeutungsumkehrungen (pembalikan makna), Wortveränderungen (perubahan bentuk kata), Wortneuschöpfungen (penciptaan kata baru), klangliche Eindeutschungen (penyesuaian bunyi ke dalam bahasa Jerman), Verbalisierungen von Substantiven (perubahan nomina menjadi verba), serta Kreative Wortspiele (permainan kata yang kreatif).

References

Chaer, A. (2010). Pengantar semantik bahasa Indonesia. Rineka Cipta.

Chaer, A. (2012). Linguistik umum. Rineka Cipta.

Ehmann, H. (2001). Voll konkret: Das neueste Lexikon der Jugendsprache. C.H. Beck.

Gani, S. (2019). Kajian teoritis struktur internal bahasa (fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik). A Jamiy: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab, 7(1), 1-20.

Glass, B. (2004). Jugendsprache. GRIN Verlag.

Gross, N. (2000). Strukturen der heutigen Jugendsprache: Eine soziolinguistische Untersuchung. GRIN Verlag.

Harimansyah, G. (2015). Pilihan bahasa remaja dalam perspektif umur dan lintas generasi.

Holmes, J. (2013). An introduction to sociolinguistics (4th ed.). Routledge.

Kaiser, I., & Ender, A. (2020). Innere Mehrsprachigkeit als Potenzial für den Deutschunterricht. Schneider Verlag Hohengehren.

Neuland, E. (2008). Jugendsprache: Eine Einführung. Narr Francke Attempto.

Downloads

Published

2022-10-30

How to Cite

Handayani, R. K. R., Annisa Nahdah, & Uryadi, U. (2022). Penggunaan Jugendsprache dalam Media Audiovisual: Analisis Serial Jerman How To Sell Drugs Online (Fast) Musim 1. Brila: Journal of Foreign Language Education, 2(2), 77–85. Retrieved from https://journal.unj.ac.id/unj/index.php/brila/article/view/59621