Warisan Industri Logam Tumang: dari Pengasingan Pangeran Rogosari hingga Menjadi Pusat Kerajinan Nasional

Authors

  • Muhamad Thaariq Maulana Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Jalan Prof. Soedarto, S. H. Tembalang, Semarang, 50275, Indonesia
  • Yohanes Mukti Wibowo Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Jalan Prof. Soedarto, S. H. Tembalang, Semarang, 50275, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.21009/EIPS.010.1.01

Keywords:

Copper craft, Tumang, history, cultural heritage

Abstract

This study examines the historical development of copper craftsmanship in Tumang Village, Boyolali, from its origins during the Islamic Mataram period to its transformation into a national creative industry hub. The study employs historical methodology through the stages of heuristics, source criticism, interpretation and historiography. Tumang’s copper craftsmanship has its roots in the story of Prince Rogosari’s exile at the foot of Mount Merapi. Royal masters such as Mpu Supandrio and Mpu Yadhi brought metallurgical expertise to the village and passed it down to the inhabitants through generations. These skills have shaped the collective identity of the Tumang artisan community for centuries. The COVID-19 pandemic hit this industry hard, disrupting the supply of raw materials and shrinking market demand. Artisans responded by shifting to online platforms and expanding their product range. The local government is supporting recovery through technical training, road infrastructure improvements, and the development of industrial clusters. The regeneration of skilled artisans, limited production capacity, and inconsistent quality standards remain challenges to this day. The sustainability of Tumang copper craftsmanship relies on the living transmission of traditions, the ability to adapt to the market, and consistent institutional support. These efforts demonstrate the resilience and adaptability of local artisans.

 

Abstrak

Penelitian ini mengkaji perkembangan historis kerajinan tembaga di Desa Tumang, Boyolali, mulai dari asal-usulnya pada masa Mataram Islam hingga transformasinya menjadi sentra industri kreatif nasional. Penelitian ini menggunakan metodologi sejarah melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Kerajinan tembaga Tumang berakar pada kisah pengasingan Pangeran Rogosari di kaki Gunung Merapi. Para empu kerajaan seperti Mpu Supandrio dan Mpu Yadhi membawa keahlian metalurgi ke desa tersebut dan mewariskannya kepada masyarakat secara turun-temurun. Keterampilan tersebut telah membentuk identitas kolektif komunitas pengrajin Tumang selama berabad-abad. Pandemi COVID-19 memberikan dampak besar terhadap industri ini, mengganggu pasokan bahan baku dan mengurangi permintaan pasar. Para pengrajin merespons dengan beralih ke platform daring dan memperluas jenis produk mereka. Pemerintah daerah mendukung pemulihan melalui pelatihan teknis, perbaikan infrastruktur jalan, dan pengembangan klaster industri. Regenerasi pengrajin yang terampil, keterbatasan kapasitas produksi, dan standar kualitas yang belum konsisten masih menjadi tantangan hingga saat ini. Keberlanjutan kerajinan tembaga Tumang bergantung pada pewarisan tradisi yang terus hidup, kemampuan beradaptasi terhadap pasar, dan dukungan kelembagaan yang konsisten. Upaya-upaya tersebut menunjukkan ketangguhan dan kemampuan beradaptasi para pengrajin lokal.

References

Anisati, D. K. (2023). Modernisasi Industrial Perdesaan di Tempuran Magelang 1990-2019. Journal of Indonesian History, 11(2), 64–74. https://doi.org/10.15294/jih.v11i2.71903

Ardyannas, D. E., & Aliyah, I. (2022). Elemen budaya sebagai daya tarik wisata desa wisata Tumang, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Cakrawala Wisata: Jurnal Pariwisata Dan Budaya, 23(2), 1–15. https://jurnal.uns.ac.id/cakra-wisata/article/view/70115

Aulya, N., Nugroho, A. A., Cahyo, I. D., Roja, M. K. L., & Raharjo, S. B. (2025). Meningkatkan Ekspor Kerajinan Tembaga Dengan Teknologi Digital Di Desa Tumang Kecamatan Cepogo Kab.Boyolali. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI), 5(3), 375–385. https://doi.org/10.55606/jpkmi.v5i3.9692

Aulya, N., Sahlita, M., Ramadani, J. E., Azzahra, F. K., & Purwanto, H. (2026). Sosialisasi Pengelolaan Aset dan Perawatan Peralatan Pengrajin Tembaga Merapi Karya Cipta di Tumang, Cepogo, Boyolali. Kesejahteraan Bersama, 3(1), 129–137. https://doi.org/10.62383/bersama.v3i1.2816

Berlianty, I., Astanti, Y. D., & Santoso, D. H. (2022). Optimalisasi Produksi dan Penjualan Kerajinan Enceng Gondok Menuju Penguatan Branding Industri Kreatif Ramah Lingkungan. SAFARI Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 2(4), 33–43. https://doi.org/10.56910/safari.v2i4.162

Choirunnisa, R., & Mudakir, B. (2012). Analisis Pola Klaster dan Orientasi Pasar Studi Kasus Sentra Industri Kerajinan Logam Desa Tumang Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali. Diponegoro Journal of Economics, 1(1), 268–276. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jme/article/download/353/354

Damayanti, A. A., Sholihah, N. M., Wulandari, S., Herawati, M., & Yuliyanto, M. A. (2026). Analisis Strategi Pemasaran dalam Upaya Meningkatkan Penjualan Produk Kerajinan Tembaga dan Kuningan CV. Logam Jaya Gallery di Desa Tumang. Jurnal Kewirausahaan Cerdas Dan Digital, 3(1), 1–8. https://doi.org/10.61132/jukerdi.v3i1.1235

Darmojo, K. W. (2018). Keberadaan Kerajinan Logam di Tumang Cepogoboyolali. Brikolase Jurnal Kajian Teori Praktik Dan Wacana Seni Budaya Rupa, 10(1). https://doi.org/10.33153/bri.v10i1.2173

Fadilah, N. S., Pujiani, D., Sarsiti, S., Trisnowati, J., Suryati, S., Praptiestrini, P., Rohwiyati, R., Widiastuti, E., Danarwati, Y. S., & Surendra, A. (2023). PKM: Penyuluhan tentang Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Manusia pada Muda Tama Gallery, Tumang, Boyolali. Adi Widya Jurnal Pengabdian Masyarakat, 7(2), 370–377. https://doi.org/10.33061/awpm.v7i2.9854

Fauzan, A. (2016). Pengembangan Ekonomi Kreatif Lokal Desa Tumang Dengan Pendekatan Komunikasi Visual Untuk Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. http://journal.bakrie.ac.id/index.php/INDOCOMPAC/article/view/1598

Indraswari, I. G. A. A. P., Budiadnyani, N. P., Dewi, P. P. R. A., & Sumantri, I. G. A. N. A. (2025). Pengembangan Usaha Mikro Kerajinan Bokor Berbasis Budaya dan Ekonomi Guna Mendukung Keberlanjutan Ekonomi Lokal Di Desa Bresela. Jurnal Akademik Pengabdian Masyarakat, 3(3), 297–300. https://doi.org/10.61722/japm.v3i3.5638

Marwa, R., Saragi, D. P., Wicaksono, M. F., Kwan, W., & Santoso, S. (2022). Strategi Pengembangan Rumah Kriya And Handicraft dalam Masa Pandemi di Desa Tumang Boyolali. Jurnal Abdi Masyarakat (JAM), 8(1), 64–64. https://doi.org/10.22441/jam.v8i1.11787

Marwati, F. S., Istiatin, I., H, R. A., & Nur, D. I. (2021). Strategi transformasi digital pada UMKM kerajinan tembaga dan kuningan Tumang dalam menghadapi COVID-19. Fokus Ekonomi: Jurnal Ilmiah Ekonomi, 17(1), 159–186. https://doi.org/10.34152/fe.17.1.159-186

Marwati, I. S. M. (2022). Sosialisasi Dan Pelatihan Marketing E-Commerce Dan Sistem Informasi Akuntansi Untuk Mendukung Usaha Kecil Menengah (UKM) Kerajinan Logam Di Kecamatan Cepogo Boyolali Menghadapi Revolusi Industri 4.0. Adi Widya Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(2), 119–130. https://doi.org/10.33061/awpm.v6i2.7773

Novitasari, A. T. (2021). Digital Media Marketing Strategies for MSMEs during the Covid-19 Pandemic. FOCUS, 2(2), 72–80. https://doi.org/10.37010/fcs.v2i2.348

Nugroho, A. D. Y., & Wijaya, A. (2025). Eksistensi sentra kerajinan tembaga desa Tumang: Strategi bertahan dalam dinamika zaman. Journal of Education on Social Science (JESS), 9(3). https://doi.org/10.24036/jess.v9i3.627

Pratama, R. A. M., Arijuddin, B. I., & Ariseno, I. A. (2024). Spatial Analysis of Labor In The Brass Crafts Industry For Study Non-Natural Disaster Mitigation In Cepogo District, Boyolali. IOP Conference Series Earth and Environmental Science, 1314(1), 12078–12078. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1314/1/012078

Purbasari, R., Chandra, W., Rahayu, N., & Maulina, E. (2018). Pemetaan UMKM Industri Kreatif di Wilayah Priangan Timur: Identifikasi Keunggulan Daya Saing Lokal. AdBispreneur, 3(1), 1–1. https://doi.org/10.24198/adbispreneur.v3i1.16083

Purwaningsih, E., Muslikh, M., & Suhaeri, S. (2021). Innovation and supply chain orientation concerns toward job creation law in micro, small, and medium enterprises export-oriented products. Uncertain Supply Chain Management, 10(1), 69–82. https://doi.org/10.5267/j.uscm.2021.10.009

Rois, M. F., & Roisah, Kholis. (2018). Perlindungan Hukum Kekayaan Intelektual Kerajinan Kuningan Tumang. Kanun Jurnal Ilmu Hukum, 20(3), 401–419. https://doi.org/10.24815/kanun.v20i3.11717

Rosyady, A. F., Hamdi, F. L., Rizky, R. A., Harli, K. G. P., Bawedan, A., & Ramadhan, M. A. K. (2022). Digitalisasi UMKM Untuk Meningkatkan Nilai Ekonomis dan Inovasi pada Industri Kreatif. JEECOM Journal of Electrical Engineering and Computer, 4(1), 18–23. https://doi.org/10.33650/jeecom.v4i1.3660

Sari, N. (2018). Pengembangan Ekonomi Kreatif Bidang Kerajinan Tradisional Jambi (Studi kasus: Rengke Suku Anak Dalam). Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan, 7(2), 138–148. https://doi.org/10.22437/jmk.v7i2.5462

Sudarwanto, A., & Darmojo, K. W. (2018). Pemberdayaan Industri Kriya Logam Di Desa Tumang Cepogo Boyolali. Batoboh, 3(1), 17–17. https://doi.org/10.26887/bt.v3i1.376

Sukaesih, S., Nurislaminingsih, R., & Ganggi, R. I. P. (2022). Pengetahuan Lokal Jawa Pada Koleksi Museum Mangkunegaran. Anuva Jurnal Kajian Budaya Perpustakaan dan Informasi, 6(3), 245–254. https://doi.org/10.14710/anuva.6.3.245-254

Sukirno, I. A. (2025). Perencanaan Kawasan Edu-Wisata Kerajinan Tembaga Berbasis Inovasi Infrastruktur di Desa Tumang, Boyolali. Zenodo (CERN European Organization for Nuclear Research). https://doi.org/10.5281/zenodo.16662925

Sulaiman, A. M., & Setiawan, A. (2021a). Pelatihan Pemanfaatan Situs Web Sebagai Media Promosi Bagi Pengrajin Tembaga di Desa Tumang, Cepogo, Boyolali. Kumawula Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 234–234. https://doi.org/10.24198/kumawula.v4i2.32824

Sulaiman, A. M., & Setiawan, A. (2021b). Pengembangan Desain Web Senitembaga.com sebagai Sarana Promosi Sentra Kerajinan Tembaga Tumang Boyolali. Ars Jurnal Seni Rupa dan Desain, 24(2), 87–98. https://doi.org/10.24821/ars.v24i2.4933

Umiyati, H., Damaianti, I., Ardiansyah, T., Awaludin, D. T., Hardini, R., Ramli, M., Yolanda, O., Asyari, Karyatun, S., Trisnadewi, N. K. A., Kusuma, C. A., Parma, I. P. G., & Sulaiman, S. (2024). Pemasaran Bisnis. Bandung: Penerbit Widina Media Utama. https://repository.penerbitwidina.com/media/publications/579250-pemasaran-bisnis-d615a3a0.pdf

Wasino, & Hartatik, E. S. (2024). Metode Penelitian Sejarah: Dari Riset Hingga Penulisan. Yogyakarta: Magnum Pustaka. https://books.google.co.id/books?id=bC-IEQAAQBAJ

Wicaksono, A. (2016). POTENSI PENGEMBANGAN INOVASI DESAIN PRODUK KRIYA KUKM INDONESIA DI ERA INDUSTRI KREATIF. CORAK, 5(2). https://doi.org/10.24821/corak.v5i2.2380

Widhyasmaramurti, W., Prasetiyo, A., & Kristianto, D. A. (2022). The Metal Art Industry in Tumang, Cepogo, Boyolali: Preservation and Development Recommendation Policy. Indonesian Journal of Multidisciplinary Science, 1(4), 436–451. https://doi.org/10.55324/ijoms.v1i4.84

Widyaningrum, F. (2013). Implementasi UU Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Klustertembaga Di Desa Tumang Kecamatan Cepogo Oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Boyolali. http://eprints.uns.ac.id/20872/

Yusri, N., Asmariati, R., & Mardianto, R. G. (2019). Rencana Pengembangan Sentra Industri Kreatif Sebagai Tujuan Pariwisata (Studi Kasus: Kabupaten Pasaman). JURNAL REKAYASA, 8(2), 161–178. https://doi.org/10.37037/jrftsp.v8i2.30.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Maulana, M. T., & Wibowo, Y. M. (2026). Warisan Industri Logam Tumang: dari Pengasingan Pangeran Rogosari hingga Menjadi Pusat Kerajinan Nasional . Edukasi IPS, 10(1), 1–10. https://doi.org/10.21009/EIPS.010.1.01