Strategi Coping Stress terhadap Perilaku Self Injury (Studi Fenomenologi pada siswa MAN 4 Bojonegoro)

Authors

  • Achmad Rifa'i Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri
  • Yanuari Srianturi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri
  • Agus Afriliyanto Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

DOI:

https://doi.org/10.21009/INSIGHT.132.011

Keywords:

Self-Injury, Coping Stress, Faktor-faktor

Abstract

Adapaun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah (1) mengetahui faktor-faktor self-injury pada siswa MAN 4 Bojonegoro (2) Mengetahui upaya yang dilakukan untuk mengurangi sebuah perilaku self-injury dengan strategi coping stress pada siswa MAN 4 Bojonegoro. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian fenomenologi terhadap siswa pelaku self-injury pada siswa MAN 4 Bojonegoro. Narasumber dalam penelitian ini adalah siswa yang memiliki perilaku self-injury dan memiliki upaya coping stress pada siswa MAN 4 Bojonegoro.. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data pada penelitian ini adalah sumber primer siswa berumur 16 Tahun bernama SN dan informan pendukung melibatkan orang terdekat dari narasumber, bernama NAM. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Faktor yang menjadikan narasumber melakukan perilaku self-injury adalah permasalahan percintaan, Faktor kedua berupa disharmonisasi keluarga SN. Disharmonisasi keluarga. (2) Upaya coping stress yang dilakukan adalah bercerita dengan seseorang. SN bercerita dengan NAM karena NAM menjadi tempat ternyaman bagi SN. Koping yang kedua dengan melampiaskan kepada boneka. SN sering memeluk dan memukul boneka untuk mengurangi stres yang dialami SN.

References

Andriyani. 2014. Coping stress Pada Wanita Karier Yang Berkeluarga. Jurnal Psikologi.

Biggs, Amanda, Paula Brough, and Suzie Drummond. 2017. Lazarus and Folkman’s Psychological Stress and Coping Theory.

Cipta Apsari, Nurliana. 2021. Perilaku Self-Harm Atau Melukai Diri Sendiri Yang Dilakukan Oleh Remaja (Self-Harm Or Self-Injuring Behavior By Adolescents). Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial

Erni & Diana Tri Lestari (2023) Efektifitas Terapi Bermain Boneka Dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan Pada Anak Usia Sekolah Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol.14 No.1 (2023) 179-186

Kautsarindra, Aulia. 2023. Studi Fenomenologis Self Injury Pada Mahasiswa Psikologi. Jurnal Psikologi

Klonsky, E. David, and Jennifer J. Muehlenkamp. 2007 “Self-injury: A Research Review for the Practitioner.” Journal of Clinical Psychology 63(11): 1045–56. doi:10.1002/jclp.20412.

Malumbot, Cindy M, Melkian Naharia, and Sinta E J Kaunang. 2020. Studi Tentang Faktor-Faktor Penyebab Perilaku Self Injury Dan Dampak Psikologis Pada Remaja. Psikodevia 1(1).

Mulyaningsih, Nurul Isrok. 2021. Strategi Coping stress Perilaku Self-injury Pada Remaja Platform Media Sosial Twitter Tahun 2021. Skripsi, FISHUM. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Nasution, 2023. Metode Penelitian Kualitatif. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

Nazriani, Dina. 2023. Perilaku Self-injury Pada Remaja. Jurnal Bimbingan Konseling doi:10.36582/pj.v1i1.1612.

Nur Setia Putri, Friska, and Nikmah Sofia Afiati. 2021. Self-injury Di Era Digital: Pengembangan Skala Self-injury In The Digital Era: Scale Development.

Olfson, Mark et al. 2018. 141 Suicide After Deliberate Self-Harm in Adolescents and Young Adults. http://pediatrics.aappublications.org/.

Plener, Paul L. et al. 2018. “Non-Suicidal Self-injury in Adolescents.” Deutsches Arzteblatt International 115(3): 23–30. doi:10.3238/arztebl.2018.0023.

Prayitno. 2004. Dasar-Dasar Bimbingan Dan Konseling. Jakarta: Gramedia.

Romas, Muslimah Zahro. 2015. “Self-injury Remaja Ditinjau Dari Konsep Dirinya.” Jurnal Psikologi 8: 40–51.

Saputra, M Ridho et al. 2022. Kerentanan Self Harm Pada Remaja Di Era Modernisasi. Proceeding Conference On Psychology And Behavioral Sciences http://proceedings.dokicti.org/index.php/CPBS/index.

Sugiyono. 2021. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Swannell, S. V., Martin, G. E., Page, A., Hasking, P.,& St John, N. J. (2014). Prevalence of nonsuicidal self-injury in nonclinical samples: Systematic review, meta-analysis and meta- regression. Suicide and Life-Threatening Behavior, 44(3), 273–303.https://doi.org/10.1111/sltb.12070

Sresno, F., Ito, Y., & Mearns, J. (2012). Self-Injurious Behavior and Suicide Attempts Among Indonesian College Students. Death Studies, 36(7), 627–639.

Umjani, Siti Umi, Ega Rianti, and Dharma Ajie Maulana. 2022. Dampak Positif Coping stress Terhadap Kesehatan Mental Remaja. https://www.antaranews.com.

Wibisono, B. K (2016). Kajian literatur tentang pola asuh dan karakteristik kepribadian sebagai faktor penyebab perilaku melukai diri pada remaja. Prosiding Seminar Nasional Psikologi: Empowering Self. ISBN 978-602-1145- 30-2.

World Health Organization. (2018). Suicide data. Retrieved from http://www.who.int/mental_health/prevention/suicide/suicideprevent/en/

Yuliandhani, Zalyaleolita, Helmi Zakaria, and Ria Maria Theresa. 2020. Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Perilaku Nonsuicidal Self-injury (NSSI) Pada Remaja Putri. Jurnal Psikologi Sains dan Profesi

Published

2024-12-24