Keefektifan Pelatihan Konselor Sebaya Berbasis Nilai-Nilai Punakawan untuk Meningkatkan Nilai Moral Siswa SMPN 2 Plupuh

Authors

  • Maria Stephani Ine Ikaputri Universitas Sebelas Maret
  • Khanza Muna Karimah Universitas Sebelas Maret
  • Nandita Agastasya Putri Universitas Sebelas Maret
  • Naura Fitrotul Amna Universitas Sebelas Maret
  • Novika Rinka Fitriana Universitas Sebelas Maret
  • Ratu Khairunisa Universitas Sebelas Maret
  • Shea Ayu Univesitas Sebelas Maret
  • Renanda Asfarina Kaffin Abidin Hasyi Universitas Sebelas Maret

DOI:

https://doi.org/10.21009/INSIGHT.141.9

Keywords:

konselor sebaya, nilai-nilai Punakawan, moralitas remaja, keterampilan interpersonal, SMP.

Abstract

Masa remaja merupakan fase krusial dalam perkembangan individu, di mana remaja kerap menghadapi tantangan moralseperti perilaku menyimpang dan pengaruh negatif teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifanpelatihan konselor sebaya berbasis nilai-nilai Punakawan untuk meningkatkan nilai moral siswa di SMP Negeri 2 Plupuh. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen single group pre-post design. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII dan VIII yang mengikuti pelatihan konselor sebaya. Pengumpulan data dilakukanmelalui skala kecerdasan emosional pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman nilai moral dan kemampuan siswa dalam menghadapi permasalahan setelah mengikuti program. Siswa mampu menerapkan nilai-nilai Punakawan seperti kejujuran, kepedulian, dan tanggung jawab dalam kehidupansehari-hari. Selain itu, program ini juga memberikan dampak positif terhadap pengembangan keterampilan interpersonal dan empati para konselor sebaya. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa program konselor sebaya berbasis nilai-nilai Punakawan efektif dalam meningkatkan nilai moral siswa serta membentuk lingkungan sekolah yang lebih suportif dan bernilai.

References

Lenaini, I. (2021). Teknik pengambilan sampel purposive dan snowball sampling. Historis: Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah, 6(1), 33-39.

Saparwadi, L., & Selong, S. M. (2021). Perbedaan hasil belajar mahasiswa bekerja dengan tidak bekerja pada analisis data kualitatif dan kuantitatif. J. Ilm. Mat. Realis, 2(2), 20-24.

Zuhriah, etc (2024). Analisis nilai pendidikan karakter wayang Punakawan sebagai media pembelajaran bahasa Jawa di sekolah dasar. Piwulang: Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa, 12(1). https://doi.org/10.15294/piwulang.v12i1.77693

Kan (1996). Peer counseling in explanation. http://www.peercounseling.com

Meidita (2019). Pengaruh pelatihan dan kompetensi terhadap kepuasan kerja melalui motivasi kerja. Maneggio: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen, 2(2), 226–237.

Sari & Hartini (2022). Implementasi pelatihan konseling sebaya dalam meningkatkan empati remaja calon konselor Panti Asuhan Aisyiyah. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 11(4), 715–726. https://doi.org/10.30872/psikostudia.v11i4

Kayuan & Tobing (2021). Pengaruh empati dan moral disengagement terhadap perilaku prososial pada remaja yang tinggal di kota dan desa. Widya Cakra: Journal of Psychology and Humanities, 1(2), 13–22.

Kim, U.K., Berry, J. W. (1993). Indigenous psychologies : Experience and research in cultural context. Newbury Park, CA : Sage.

Farikhatul ‘Ubudiyah. (2020). Spiritual Values dalam Kearifan Lokal: Kajian Indigenous Counselling pada Masyarakat Muslim Bonokeling [Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta]. UIN Sunan Kalijaga Digital Library. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/45800/

Hidayani, M., Jamaris, J., & Solvema, S. (2022). Upaya Guru BK Dalam Meningkatkan Nilai Dan Moral Pada Siswa. Nusantara of Research: Jurnal Hasil-hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri, 9, 24-33.

Naryaningsih, P. D., & Nurrahma, H. (2016). Pengembangan Puture (Punakawan Adventure) sebagai media pendidikan karakter anak usia dini.

Handayani, S. (2023). Internalisasi Nilai-Nilai Punakawan dalam Pembentukan Karakter Siswa. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 13(1), 56-64.

Hidayat, D. (2021). Efektivitas Konseling Sebaya dalam Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa SMP. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 9(2), 87-95.

Purwanto, S. (2018). Pendidikan Nilai dalam Pagelaran Wayang Kulit. Ta’allum: Jurnal Pendidikan Islam, 6(1), 1–30. https://doi.org/10.21274/taalum.2018.6.1.1-30

Pradipa, R., Syafitri, L. N. H., & Nasruddin, M. (2024). Nilai filosofis dalam kesenian wayang kulit bagi pembentukan identitas kultural generasi Z Muslim Indonesia. Jurnal Agama Islam, UCY.

Siregar, N. A., Harahap, N. R., & Harahap, H. S. (2023). Hubungan antara pretest dan postest dengan hasil belajar siswa kelas VII B di MTs Alwashliyah Pantai Cermin. Jurnal Ilmiah Edunomika, 7(1).

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. (Bandung: Alfabeta).

Wardani, R. K., Endah HendarwatI, S. E., & Aris Setiawan, S. S. (2017). Pengaruh Model Pembelajaran Sentra Bahan Alam Terhadap Kreativitas Anak Usia Dini Kelompok B di PPT Citra Ananda Kecamatan Semampir Surabaya (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surabaya).

Hananto, B. A., & Melini, E. (2024). Mengukur Tingkat Pemahaman Pelatihan Desain Karakter dengan Quasi-Experiment One Group Pretest-Posttest. Titik Imaji, 6(2).

Published

2025-06-19