Kajian Sistem Pemanenan Air Hujan Sebagai Alternatif Cadangan Air Wilayah Tertentu di PT.Pertamina EP Cepu
DOI:
https://doi.org/10.21009/jgg.161.01Keywords:
Pemanenan air hujan, Pengelolaan air, Industri, Konservasi, Sistem OperasionalAbstract
Ketersediaan air merupakan faktor krusial dalam sistem operasional, khususnya di area industri dengan risiko tinggi. Namun, pemanfaatan air hujan di lokasi tersebut belum optimal, di mana air hujan dibiarkan terbuang ke sistem drainase tanpa proses penampungan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pemanenan air hujan (rainwater harvesting) sebagai cadangan air pengganti air tanah. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, observasi lapangan, serta analisis data primer dan sekunder seperti dimensi bangunan dan curah hujan tahunan. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa dengan menggunakan atap seluas 180 m², tangki penampungan berkapasitas 350.000 liter, serta sistem filtrasi dan pompa pendukung, dapat diperoleh pasokan air hujan sebesar 345.078 liter/tahun dan dapat mengurangi penggunaan air tanah sebesar 18,01%. Implementasi sistem ini mendukung konservasi air dan prinsip efisiensi melalui peningkatan luas area tangkapan maupun kapasitas tampungan, sehingga kontribusi air hujan dapat semakin optimal untuk memenuhi kebutuhan non domestik industri.