Aksyah: Gamification Website in Sharia Banking Operational Learning to Improve the Career Readiness of Vocational School Students in the Sharia Financial Industry
DOI:
https://doi.org/10.21009/joc.11.01Keywords:
career readiness, Islamic banking, interactive simulation, gamificationAbstract
Sharia social economics plays a significant role in inclusive economic growth. The Global Islamic Economy Indicator 2023 ranked Indonesia third in the world in Islamic finance assets, with a score of 80.1, rising from fourth place in 2022 with a score of 68.5. This data indicates substantial growth in the development of Islamic finance in Indonesia. The sector’s growing popularity increases the demand for competent human resources, particularly graduates of Islamic Banking Vocational High Schools (SMK). However, low competency among graduates remains a challenge; a survey in Jakarta showed that 58.1% of SMK students struggle to understand operational concepts in Islamic banking. This lack of readiness can hinder industry growth and widen the economic gap in the future. The use of a gamified website-based learning medium for Islamic banking operations is expected to improve students’ career readiness in the Islamic finance industry. Therefore, the author proposes “Aksyah: A Gamified Website for Learning Islamic Banking Operations to Improve Career Readiness of Vocational High School Students in the Islamic Finance Industry.” This study adopts the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The gamified website is designed to enhance students’ understanding of Islamic banking operations through transactional simulations, interactive modules, specialized training, quizzes, and assessments. Validation by media, content, and language experts indicates the platform is highly feasible. Through strategic learning and flexible access, this platform helps increase student engagement, motivation, and career readiness in the Islamic finance sector.
Abstrak
Ekonomi sosial syariah memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi inklusif. Indikator Ekonomi Islam Global 2023 menempatkan Indonesia di peringkat ketiga dunia dalam aset keuangan Islam, dengan skor 80,1, naik dari peringkat keempat pada tahun 2022 dengan skor 68,5. Data ini menunjukkan pertumbuhan substansial dalam pengembangan keuangan Islam di Indonesia. Meningkatnya popularitas sektor ini meningkatkan permintaan akan sumber daya manusia yang kompeten, khususnya lulusan SMA Kejuruan Perbankan Islam (SMP). Namun, rendahnya kompetensi di kalangan lulusan masih menjadi tantangan; sebuah survei di Jakarta menunjukkan bahwa 58,1% siswa SMA kesulitan memahami konsep operasional dalam perbankan Islam. Kurangnya kesiapan ini dapat menghambat pertumbuhan industri dan memperlebar kesenjangan ekonomi di masa depan. Penggunaan media pembelajaran berbasis web yang digamifikasi untuk operasi perbankan Islam diharapkan dapat meningkatkan kesiapan karir siswa di industri keuangan Islam. Oleh karena itu, penulis mengusulkan “Aksyah: Sebuah Web Gamifikasi untuk Pembelajaran Operasi Perbankan Islam untuk Meningkatkan Kesiapan Karir Siswa SMA Kejuruan di Industri Keuangan Islam.” Studi ini mengadopsi metode Penelitian dan Pengembangan (R&D) menggunakan model ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi). Situs web yang menggunakan gamifikasi ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang operasional perbankan Islam melalui simulasi transaksi, modul interaktif, pelatihan khusus, kuis, dan penilaian. Validasi oleh para ahli media, konten, dan bahasa menunjukkan bahwa platform ini sangat layak. Melalui pembelajaran strategis dan akses yang fleksibel, platform ini membantu meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan kesiapan karir mahasiswa di sektor keuangan Islam.
References
Afiah, N., Muin, R., & Kadir, A. (2024). Analisis kerangka hukum keuangan Islam. Journal de Facto, 10(2), 248–268. https://doi.org/10.36277/jurnaldefacto.v10i2.186
Andatu, M., Zulva, H., Ramadhani, R. H., Alifia, S. A., & Cahyani, A. (2025). Peluang dan tantangan dalam penyebarluasan pemberlakuan kebijakan pengundangan hukum baru ekonomi syari’ah di kalangan masyarakat. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(2), 2260–2272. https://doi.org/10.56799/jceki.v4i2.7203
Azzahra, S., & Prasetyo, T. (2024). Penggunaan media pembelajaran digital dalam meningkatkan motivasi belajar siswa berdasarkan perspektif guru. JIPSD, 1(1), 40–55. https://journal.innoscientia.org/index.php/jipsd/article/view/118
Dimyati, D., Fatah, A., & Sudiana, R. (2023). Pengembangan media pembelajaran matematika berbasis video animasi berbantuan platform Doratoon. Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika, 4(3), 193–203. http://dx.doi.org/10.62870/wjirpm.v4i3.20650
GoodStats. (n.d.). Indonesia enters top 3 countries with strongest sharia economy in the world.
GoodStats. (n.d.). SGIE report: Indonesia ranked 4th in global Islamic economy.
GoodStats. https://goodstats.id/article/sgie-report-indonesia-peringkat-4-ekonomi-islam-global
Hidayat, F., & Muhamad, N. (2021). Model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jurnal Inovasi Pendidikan Agama Islam, 1(1), 28–37. https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/111186059/pdf-libre.pdf?1707145124
Indonesia.go.id. (n.d.). Sharia economics and finance are becoming more advanced and sustainable. https://indonesia.go.id/narasi/indonesia-dalam-angka/ekonomi/ekonomi-dan-keuangan-syariat-semakinmaju-dan-berkelanjutan
Irvani, A. I. (2022). Merancang media pembelajaran berdasarkan bagaimana siswa belajar. Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS), 5(1), 1–9. https://journal.unucirebon.ac.id/index.php/jpfs/index
Jailani, M. S. (2023). Teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian ilmiah pendidikan pada pendekatan kualitatif dan kuantitatif. IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 1–9. https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2.57
Khoeriyah, Y. (2024). Pengembangan interactive handout berbasis contextual teaching and learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa (Doctoral dissertation, Universitas Islam Sultan Agung Semarang).https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/37330
Kusuma, M. T. A., & Muharom, F. (2025). Transformasi peran pendidik dan tren pembelajaran digital di era teknologi. Indonesian Journal of Community Engagement, 1(2), 84–97. https://doi.org/10.70895/ijce.v1i2.29
Masluchah, D. (2024). Pemilihan materi ajar tata surya pada media edukasi berbasis augmented reality untuk siswa kelas VII menggunakan metode TOPSIS (Disertasi doktor, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim). http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/66780
Mayer, R. E., & Fiorella, L. (2021). Principles for reducing extraneous processing in multimedia learning: Coherence, signaling, redundancy, spatial contiguity, and temporal contiguity principles. Dalam The Cambridge Handbook of Multimedia Learning (Edisi ke-3, hlm. 279–315). Cambridge University Press. https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=SSLdo1MLIywC&oi=fnd&pg=PR9
Ministry of Coordinating Economic Affairs of the Republic of Indonesia. (n.d.). Not only does Indonesia have a large domestic market, it also has the potential to become a leading halal producer in the world. https://ekon.go.id/publikasi/detail/3634/tak-hanya-miliki-domestic-market-yang-besar-indonesia-jugaberpeluang-menjadi-produsen-halal-terkemuka-dunia
Pranatawijaya, V. H., & Christian, E. (2023). Usability testing aplikasi media pembelajaran IPA bagi siswa sekolah dasar. Journal of Information Technology and Computer Science, 3(1), 1–8. https://ejournal.upr.ac.id/index.php/jcoms/article/view/10793
Suri, D., Negara, H. R. P., & Siagian, M. D. (2024). Pemanfaatan realitas virtual dalam pembelajaran matematika: Studi kasus pada tingkat pendidikan menengah atas. Jurnal Teknologi Pembelajaran, 4(2), 1–15. https://doi.org/10.25217/jtep.v4i2.4943
Yudhira, A. (2023). Dinamika perkembangan bank syariah di Indonesia: Analisis komprehensif. Jurnal Syiar-Syiar, 3(2), 34– 45. https://doi.org/10.36490/syiar.v3i2.1074
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Vytha Aulia Dasuki, Fatiah Geamita Hadila, Kafkia Eksabilia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


