Utilization of Natural Ingredients in Traditional Cosmetics and Their Safety

Authors

  • Yuliandri Akmal Universitas Negeri Padang, Kota Padang, Indonesia
  • Indra Saputra Universitas Negeri Padang, Kota Padang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.21009/jtr.14.2.04

Keywords:

Bahan alami, kosemetika tradisional, keamanan kosmetik, pelestarian budaya lokal

Abstract

Abstract

The use of natural ingredients in cosmetics has become a global trend as public awareness of the importance of environmentally friendly and health-safe products increases. In Indonesia, with its rich biodiversity, traditional cosmetics made from natural ingredients such as aloe vera, turmeric, honey, coconut oil, and bengkuang have strong cultural roots and promising market potential. These ingredients are known for their benefits in skin and body care and minimal side effects. However, challenges remain, including safety risks due to the lack of standard testing, quality variations, and non-compliance with regulations.This study reviews the benefits, safety, and regulations related to the use of natural ingredients in cosmetics. Although natural cosmetics offer a healthier alternative compared to synthetic products, attention to safety testing, product stability, and information transparency is very important. Regulation by supervisory bodies such as BPOM is key to ensuring the quality and safety of traditional cosmetic products. With the right scientific approach and adherence to global standards, natural ingredients in cosmetics can contribute to sustainable product innovation, support the preservation of local culture, and enhance competitiveness in the international market.

 

Keywords: Natural ingredients, traditional cosmetics, cosmetic safety, preservation of local culture

References

1. Josua DP. Citizen Science Review: Bagaimana Kecantikan Dipandang Secara Psikososial? Jurnal Psikologi. 2023;16(2).

2. Josua DP. Analisis faktor keluarga, minat dan bakat berbisnis bidang kecantikan pada mahasiswa pengelolaan usaha tata rias. Jurnal Ilmiah Ekonomi Bisnis. 2023;28(3):373– 89.

3. Syauqi A. Etnobotani tumbuhan bahan perawatan kecantikan studi kasus di Karaton Surakarta Hadiningrat Kota Solo Provinsi Jawa Tengah. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim; 2011.

4. Noor IA. Peran Keanekaragaman Hayati Di Indonesia Dalam Mengatasi Perubahan Iklim Global. In: Prosiding Seminar Nasional Biologi. 2023. p. 243–65.

5. Ambarwati N, Armandani MO, Hidayah N, Josua DP. Peningkatan Kompetensi Profesional Kecantikan Pada Pekerja Indonesia Di Singapura Melalui Pembuatan Lulur Tradisional Pengantin. In: Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat - SNPPM2024. Jakarta; 2024.

6. Ambarwati NAMHNJD. Traditional bridal body scrub making. Jakarta: PT. Karya Philosovia Utama; 2024.

7. Faizal F. Peran Sertifikasi Halal Terhadap Peningkatan Penjualan Pada Fanybella Resto di Kota Pekanbaru. Universitas Islam Riau; 2022.

8. Astuti NMW, Widianti NNF, Santika AAGJ, Rismayani PA, Priyasana IP. Kajian Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Terkait Penjaminan Mutu Produk Kosmetika dan Tugas Pokok Fungsi Apoteker. MAHESA : Malahayati Health Student Journal. 2023;3(3).

9. Liandhajani L. Tinjauan Yuridis terhadap Peredaran Produk Kosmetik Ilegal. LITERATUS. 2022;4(2).

10. Rahmawati ID, Udiana IM, Mudana IN. Perlindungan Hukum Konsumen Pengguna Kosmetik Tanpa Izin Edar Dalam Perspektif Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Kertha Semaya : Journal Ilmu Hukum. 2019;7(5).

11. Novayani S, Ade Mulada D. Perlindungan Hukum Bagi Konsumen Atas Penjualan Kosmetik Ilegal Berupa Krim Wajah. Commerce Law. 2023;3(1).

12. Agustina N. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. DIiektorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. 2022.

13. BPOM. Cemaran dalam Kosmetika. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan. 2019;(88).

14. Qothrunnadaa T. Regulasi pengawasan iklan obat tradisional yang berlaku di Indonesia. Journal of Pharmaceutical and Sciences. 2023;6(3).

15. Halim G. Penerapan Regulasi Kosmetika Terhadap Pedagang Produk Kosmetika Parfum Isi Ulang Untuk Tujuan Perlindungan Konsumen. Ius Constitutum. 2018;(2).

16. Alam N, Henny H. Penentuan Kosmetik Berdasarkan Jenis Kulit Wajah (Dengan Menggunakan Metode Simple Additive Weighting Dan Certainty Factor). Simtek : Jurnal Sistem Informasi Dan Teknik Komputer. 2021;6(1).

17. Hamid DA, Fahamsyah E. Tanggung Jawab Hukum Pelaku Usaha Atas Peredaran Kosmetika Yang Diduga Mengandung Bahan Berbahaya Dan Tidak Memenuhi Standart Mutu Menurut …. Jurnal Hukum Adigama. 2019.

Downloads

Published

2024-11-30

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.