GKII Jemaat Rehobot Wisma Asri di tengah Gejolak Intoleransi Tahun 1988-2013
Keywords:
Gereja, intoleransi, masyarakat, konflikAbstract
Abstract: The turmoil of intolerance in diversity cannot be separated from the relationship between people and each other, including religion. In Indonesian history, intolerance towards religion has always occurred along with political and social upheavals that have occurred in certain decades. Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Rehobot Taman Wisma Asri, which has been established since 1988, was certainly affected by every incident of intolerance that occurred in 1996, 1999-2000 and 2010-2017 in Jabodetabek and its surroundings. By discussing what happened to the GKII Rehobot Taman Wisma Asri congregation, we can see how this GKII congregation was able to survive amidst the turmoil of intolerance that occurred in Bekasi City and its surroundings.
Abstract : Gejolak Intoleransi dalam keberagaman tidak bisa terlepas dari hubungan antar kaum satu sama lain termasuk agama. Dalam sejarah Indonesia, intoleransi terhadap agama selalu terjadi seiring dengan gejolak politik maupun sosial yang terjadi dalam beberapa dekade tertentu. Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jemaat Rehobot Taman Wisma Asri yang sudah berdiri sejak 1988 tentu terkena dampak dari setiap kejadian Intoleransi yang terjadi pada tahun 1996, 1999-2000 dan 2010-2017 di Jabodetabek dan sekitarnya. Dengan membahas apa yang terjadi pada GKII Jemaat Rehobot Taman Wisma Asri, kita dapat melihat bagaimana jemaat GKII tersebut dapat bertahan di tengah gejolak intoleransi yang terjadi di Kota Bekasi dan sekitarnya.