Memori Kolektif Masyarakat Lubang Buaya dalam Peristiwa G30S 1965
Keywords:
Memori Kolektif, Masyarakat Lubang Buaya, Peristiwa G30S 1965Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji memori kolektif masyarakat Lubang Buaya terkait peristiwa G30S 1965 dengan menempatkan pengalaman warga sebagai sumber narasi lokal yang melengkapi narasi resmi negara. Metode yang digunakan adalah metode sejarah dengan pendekatan deskriptif-naratif melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data utama diperoleh dari wawancara mendalam dengan delapan orang saksi hidup masyarakat Lubang Buaya sebagai sumber primer, diperkuat oleh sumber primer tertulis seperti buku dan surat kabar sezaman serta sumber sekunder berupa jurnal dan artikel ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum peristiwa, Lubang Buaya merupakan kawasan pinggiran Jakarta yang bercorak pedesaan dengan mata pencaharian di sektor pertanian dan perkebunan, sementara krisis ekonomi nasional turut memperberat kehidupan warga. Menjelang peristiwa, kesaksian masyarakat menggambarkan aktivitas pelatihan militer yang meningkat sejak Juli hingga akhir September, hingga akhirnya warga diinstruksikan mengungsi. Pascaperistiwa, memori kolektif masyarakat terbentuk melalui pengalaman langsung atas operasi penyisiran dan stigmatisasi wilayah yang melekat kuat dalam ingatan komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa masyarakat Lubang Buaya bukan aktor politik dalam G30S, melainkan komunitas lokal yang terdampak langsung oleh dinamika politik dan militer nasional. Temuan ini berimplikasi penting bagi pengayaan historiografi Indonesia yang lebih plural dengan menghadirkan perspektif sejarah dari bawah yang selama ini kurang terwakili dalam narasi arus utama.