Sejarah Perjuangan Radio Gen FM dalam Mempertahankan Eksistensi Radio di Jakarta 2007-2024
Keywords:
Eksistensi Radio, Gen-FM, Peran Penyiar, Interaksi Parasosial, PolymediaAbstract
Perkembangan teknologi media sejak 2007 mengubah pola konsumsi media masyarakat Jakarta dan memicu persaingan antara radio, televisi, dan media digital. Di tengah dominasi media visual dan daring, radio tetap mempertahankan relevansinya sebagai media audio yang dekat dengan pendengar muda. Gen-FM Jakarta menjadi contoh radio yang mampu bertahan melalui peran penyiar dalam menjaga kedekatan dan identitas hingga 2024. Penelitian ini berfokus pada perjuangan penyiar Gen-FM Jakarta dalam mempertahankan eksistensi radio pada periode 2007–2024, yang meliputi rekonstruksi perjalanan penyiar, strategi menghadapi persaingan televisi, internet, dan platform digital, serta bentuk inovasi dan adaptasi pada masa pandemi dan pascapandemi. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis dengan tahapan heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi melalui sumber tertulis dan wawancara, yang ditriangulasi dengan data sekunder dari lembaga survei (Nielsen dan APJII) untuk memperkuat validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyiar berperan penting dalam mempertahankan eksistensi radio melalui konsistensi format siaran, penggunaan bahasa yang dekat dengan budaya anak muda, serta pemanfaatan media sosial dan kegiatan off-air untuk menjaga kedekatan dengan pendengar. Peran ini dijelaskan melalui kerangka interaksi parasosial dan polymedia yang menunjukkan bagaimana penyiar mengelola kedekatan emosional lintas platform sebagai strategi keberlanjutan institusional radio.