Pembelajaran Menggambar Dengan Teknik Digital Pada Beginner Class di Ageru Art Studio
DOI:
https://doi.org/10.21009/qualia.31.02Kata Kunci:
Pembelajaran, Menggambar, Teknik Digita, Pendidikan Non FormalAbstrak
Di era modern ini menggambar tidak hanya dapat dilakukan secara tradisional seperti menggunakan kertas dan pensil, tapi juga dapat dilakukan dengan cara digital. Salah satu tempat yang memberikan pelatihan menggambar dengan teknik digital sebagai bentuk pendidikan non formal yaitu Ageru Art Studio. Terdapat kelas pemula yang disediakan oleh mereka atau disebut dengan Begginer Class. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konsep pembelajaran pada Ageru Art Studio sebagai tempat pelatihan menggambar dengan teknik digital, khususnya di Beginner Class. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan partisipatoris. Dalam hal ini, peneliti mengamati dan terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menemukan bahwa konsep operasional pembelajaran dikendalikan langsung oleh manajer operasional dan interaksi secara langsung kepada tutor terkait proses pembelajaran. Untuk proses pembelajarannya, beginner class terbagi menjadi dua, diantaranya Basic Class dan Basic Manga Kids. Pada Basic Class, murid yang masih berada dibangku sekolah dasar akan mempelajari cara menggambar dengan pentablet dan mewarnai. Sedangkan Basic Manga Kids, murid akan diajarkan cara membuat gambar manga. Kendala yang ditemukan pada yaitu kurangnya tenaga tutor dan murid yang cukup banyak terkadang membuat kelas kurang kondusif.
Referensi
Brinkmann, Svend. (2013). Understanding Qualitative Research: Qualitative Interviewing. 4(January).
Guntara, M., Syakir, S., & Mujiyono, M. (2020). Perancangan Gambar Ilustrasi Personifikatif Teknik Digital dan Penerapannya pada Merchandise. Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni, 9(2), 70–80.
Irwan, Mahfuzi. (2017). Evaluasi Program Pelatihan Keterampilan Mengolah Limbah Kertas Semen pada PKBM Cahaya Kota Binjai. JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat), 4(2), 121–132.
Joseph, Mario Carl, dkk. (2018). Penerapan Terapi Seni dalam Mengurangi Kecemasan pada Perempuan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Jakarta. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 2(1).
Ratnasari, Sri, dkk. (2021). Pemberdayaan Perempuan Melalui Pelatihan Kewirausahaan Menjahit di PKBM Bina Swakarya. DIKLUS: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 5(1).
Reeves, S., Kuper, A., & Hodges, B. D. (2008). Qualitative research: Qualitative research methodologies: Ethnography. BMJ, 337(7668).
Tridjata, Caecilia., Oetopo, A., & Al Hazmi, F. (2022). Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Mental Melalui Pelatihan Membatik di Yayasan Jiwa Layang. Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 6(2), 127–137.
Wardana, P. D. (2015). Hubungan Kemampuan Menggambar Ilustrasi Secara Manual dengan Kemampuan Menggambar Ilustrasi Secara Digital (Disertasi doktoral, State University of Surabaya).
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Enggar Banifa Anggraeni

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

.png)


