Strategi Eksistensi Salam Rancage sebagai Industri Kreatif Kerajinan Limbah Koran di Bogor
DOI:
https://doi.org/10.21009/qualia.51.07Kata Kunci:
Strategi eksistensi, Industri kreatif, Kerajinan limbah koran, Salam Rancage.Abstrak
Industri kreatif kerajinan daur ulang berkembang dan berinovasi sebagai upaya untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Salah satu industri kreatif yang bergerak di bidang ini adalah Salam Rancage. Salam Rancage mengolah limbah koran menjadi produk bernilai ekonomis. Namun, industri kreatif ini mengalami berbagai tantangan seperti persaingan pasar dan ketersediaan bahan baku. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan menganalisis strategi Salam Rancage dalam mempertahankan eksistensinya berdasarkan teori Competitive Strategy oleh Michael A. Porter (1980) dan eksistensi kerajinan tangan yang diproduksi berdasarkan teori Estetika Kerajinan oleh Martono (2001). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Salam Rancage telah menerapkan seluruh aspek Competitive Strategy sebagai berikut: (1) Cost Leadership dilakukan dengan memanfaatkan bahan baku ramah lingkungan yang berasal dari bank sampah, (2) Differentiation dilakukan dengan melakukan diferensiasi material pembuatan produk, (3) Innovation dilakukan dengan rutin melakukan pameran dan riset pasar, (4) Growth dilakukan dengan mengadakan pelatihan menjahit dan pembuatan masker kain agar tetap eksis di masyarakat, dan (5) Alliance dilakukan dengan menjalin kerja sama bersama pemerintah dan ibu penganyam. Berdasarkan hasil analisis teori Estetika Kerajinan, Salam Rancage telah menerapkan form follow function, warna kreatif, fungsi kontekstual, dan efisiensi ekonomi. Namun, Salam Rancage belum menerapkan aspek ornamen pada kerajinan tangan yang dihasilkan.
Referensi
Akbar, F. L. 2025. Melihat Potensi Keberadaan Media Cetak 10 Tahun Mendatang. Artikel. Unas.ac.id.
Darmana, Ketut. 2017. Pengembangan Industri Kreatif dan Persaingan Pasar Bebas Global Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dalam Menghadapi Bonus Demografi 2045 di Indonesia. Program Studi Antropologi. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Udayana Bali.
Indonesia, Departemen Perdagangan Republik. (2009). Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2009-2015. Jakarta: Departemen Perdagangan.
Kemenparekraf. (2020). Statistik Ekonomi Kreatif. Jakarta: Pusat Data dan Sistem Informasi. Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.
Martono. (2001). Estetika Kerajinan. Jurnal DIKSI. Fakultas bahasa, seni, dan budaya. Universitas Negeri Yogyakarta.
Porter, M. E. (1980). Competitive Strategy Techniques for Analyzing Industries and Competitors. The Free Press: New York.
Saputra, S.A. 2023. Kelana Nusantara Kota Bogor, Forum Pelaku Ekonomi Kreatif. Artikel. Radio Republik Indonesia.co.id.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Anisa Febriyani, Mudjiati

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

.png)


