Dinamika Perubahan Bentuk Plagiarisme di Kalangan Mahasiswa DKI Jakarta: Studi Kasus Enam Perguruan Tinggi
DOI:
https://doi.org/10.21009/risenologi.102.08Keywords:
ChatGPT, Plagiarisme, MahasiswaAbstract
Technological developments in the era of society 5.0 have encouraged the massive use of Artificial Intelligence (AI), including by students in Indonesia. ChatGPT, as one of the most popular AI applications, provides easy access to information and assists the scientific writing process, but it also raises serious issues related to academic integrity. Various studies show that the use of ChatGPT has the potential to increase AI-based plagiarism, especially in the form of patchwork plagiarism. The findings of the 2024 Education Integrity Assessment Survey (SPI) by the Corruption Eradication Commission (KPK) reinforce this phenomenon, with 43% of respondents stating that plagiarism still occurs on campuses and 6% in schools, while 98% of campuses and 78% of schools still encounter cheating practices. This study aims to identify the influence of ChatGPT use on forms of plagiarism among students in DKI Jakarta. The study uses a qualitative approach with a cross-sectional method through observation, document analysis of 18 student assignments from six universities, and in-depth interviews with five students and one lecturer. The data were analyzed using NVivo and the Miles and Huberman analysis model. The results indicate a significant shift in plagiarism patterns, from verbatim plagiarism to patchwork plagiarism, where AI-generated texts are compiled without proper source attribution. The findings also show that conventional plagiarism detection tools tend to be less effective in identifying this form of plagiarism. These results highlight the urgency of developing clearer institutional policies and more adaptive detection strategies to regulate the ethical use of AI and maintain academic integrity in higher education.
Abstrak
Perkembangan teknologi pada era society 5.0 mendorong penggunaan Artificial Intelligence (AI) secara masif, termasuk oleh mahasiswa di Indonesia. ChatGPT sebagai salah satu aplikasi AI yang paling populer memberikan kemudahan akses informasi dan membantu proses penulisan ilmiah, namun juga memunculkan isu serius terkait integritas akademik. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ChatGPT berpotensi meningkatkan praktik plagiarisme berbasis AI, terutama dalam bentuk plagiarisme kain perca. Temuan Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2024 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menguatkan fenomena ini, dengan 43% responden menyatakan plagiarisme masih terjadi di kampus dan 6% di sekolah, serta 98% kampus dan 78% sekolah masih menemukan praktik menyontek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh penggunaan ChatGPT terhadap bentuk plagiarisme mahasiswa di DKI Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode cross-sectional melalui observasi, analisis dokumen terhadap 18 tugas mahasiswa dari enam perguruan tinggi, serta wawancara mendalam terhadap lima mahasiswa dan satu dosen. Data dianalisis menggunakan NVivo dan model analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran signifikan pola plagiarisme dari plagiarisme verbatim menuju plagiarisme kain perca, di mana teks hasil ChatGPT disusun tanpa pencantuman sumber yang memadai. Temuan ini juga menunjukkan bahwa alat pendeteksi plagiarisme konvensional belum sepenuhnya efektif dalam mendeteksi bentuk plagiarisme tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan perlunya kebijakan yang lebih jelas serta strategi pencegahan plagiarisme berbasis AI guna menjaga integritas akademik di pendidikan tinggi.
References
Database Peraturan | JDIH BPK. (n.d.). Permendikbud No. 17 Tahun 2010. [online] Available at: https://peraturan.bpk.go.id/Details/163898/permendikbud-no-17-tahun-2010 [Accessed 1 May 2024].
Farrokhnia, M., Aghajani, M., & Noroozi, O. (2023). A SWOT analysis of ChatGPT: Implications for educational practice and research. Innovations in Education and Teaching International, 1–15. https://doi.org/10.1080/14703297.2023.2195846
Hikmawati, N., Sufiyanto, M. I., & Jamilah. (2023). Konsep dan Implementasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) dalam Manajemen Kurikulum SD/MI. ABUYA: Jurnal Pendidikan Dasar, 1(1).
Husnaini, M., & Madhani, L. M. (2024). Perspektif Mahasiswa terhadap ChatGPT dalam Menyelesaikan Tugas Kuliah. Journal of Education Research, 5(3), 2655-2664.
Karimullah, M. Z., Putri, R. W., & Rohaini, R. (2025). Hak Cipta atas Hasil Tulisan Kecerdasan Artifisial: Tinjauan Etika Kekayaan Intelektual dan Status Kepemilikannya. AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis, 5(2), 1079-1094.
Komisi Pemberantasan Korupsi. (2025, April 25). Temuan Hasil SPI Pendidikan 2024: Menyontek dan plagiarisme masih merebak di sekolah dan kampus. KPK. https://www.kpk.go.id (Catatan: gunakan URL lengkap halaman berita asli saat menempel di dokumen)
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2009). Metodologi Penelitian Kualitatif (25th ed.). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Novanta, A. (2009). Pendeteksian Plagiarisme Pada Dokumen Teks dengan Menggunakan Algoritma Smith-Waterman. Medan: Universitas Sumatera Utara.Noviandri, Y., Herwati, K., Suparno, Suparno, Imron Rosidi, M., & Latief, N. F. (2025). Pengaruh Penggunaan AI (Chat GPT) terhadap Minat Baca, Pola Pikir dan Kemampuan Akademis Mahasiswa (Kajian Studi Literatur). Indonesian Journal of Social Science (IJSS), 3(2). https://doi.org/10.58818/ijss.v3i2.128
Prathama, R., Ramadhan, M. R., & Perdana, N. J. (2024). Eksplorasi Penggunaan Chatgpt dalam Perguruan Tinggi Berdasarkan Perspektif Etika Akademik. Jurnal Serina Sains, Teknik dan Kedokteran, 2(1), 161-176.
Putri Aulia, H., Azfirna A., & Rizka. (2025). Pengaruh Teknologi ChatGPT Terhadap Kemampuan Komunikasi Tertulis Program Studi Ilmu Komunikasi. IKON: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 29(2). https://doi.org/10.37817/ikon.v29i2.4740
Ramadhan, R., Muhammad, F. Y., Tsany, M. A. F., & Rakhmawati, N. A. (2024). rzlrmdhn888/Hasil-Kuesioner-ETI: Final (1.0). Zenodo. https://doi.org/10.5281/zenodo.14237166
Setiawan, A., & Luthfiyani, U. (2023). Penggunaan ChatGPT Untuk Pendidikan di Era Education 4.0: Usulan Inovasi Meningkatkan Keterampilan Menulis. JURNAL PETISI (Pendidikan Teknologi Informasi), 4(1), 49-58.
Shen, Y., Heacock, L., Elias, J., Hentel, K. D., Reig, B., Shih, G., & Moy, L. (2023). ChatGPT and other large language models are double-edged swords. Radiology, 307(2), 1-4. https://doi.org/10.1148/radiol.230163
Shidarta. (2011). Plagiarisme dan Otoplagiarisme. Jurnal Komunikasi Universitas Tarumanagara, 3(1), 45-54.
Sulastri, S., & Majidah, M. (2020). Analisis Pemahaman dan Penerapan Pencegahan Plagiat pada Pembelajaran Online: Studi Kasus pada Mahasiswa UT dalam Pembelajaran Online melalui E Jurnal Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh, Retrieved from http://jurnal.ut.ac.id/index.php/jptjj/article/view/1920
Sugiyono. 2019, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, edk 2, ALFABETA: Bandung.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (2nd ed.). Bandung: ALFABETA.
Trialdi, L., & Kusumastuti, R. D. (2023). ChatGPT: Tantangan Pendidikan Tinggi pada Era Digital. Center for Education and Learning in Economics and Business (CELEB), FEB Universitas Indonesia. Diakses dari https://feb.ui.ac.id/uploads/2023/02/ChatGPT.pdf
Uyuni, B., Rodhiyana, M. A., Yasin, H., Muhibuddin, M., & Kohari, K. (2025). Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Penyusunan Artikel Ilmiah Berkualitas. JMB: Jurnal Masyarakat Binaan, 3(2), 1-14.
Zein, A. (2023). Dampak Penggunaan ChatGPT pada Dunia Pendidikan. Jurnal Informatika Utama, Retrieved from https://jurnal.astinamandiri.com/index.php/jitu/article/view/151
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Pratiwi Nila Utami, Ismi Nadhilah Alhamid, Najwa Putri Fadhilah, Aghnia Hafsha Tabitha, Asyifa Qurratu Aini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



